Nyaris Punah, Ini Fakta Pesut Mahakam yang Semakin Langka

Pesut Mahakam memiliki nama latin Orcaella brevirostris.

Nyaris Punah, Ini Fakta Pesut Mahakam yang Semakin Langka
Pesut/ Indonesia.go.id

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang pesut mahakam yang hampir punah.

Pesut Mahakam memiliki nama latin Orcaella brevirostris.

Dikutip dalam buku 'Mamalia: Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui" oleh Syerif Nurhakim Dede Abdurohman, pesut sering disebut dengan lumba-lumba air tawar.

Untuk diketahui, di negara lain juga ada beberapa jenis pesut lainnya, seperti bisa ditemukan di Sungai Irrawaddy (Myanmar), Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina).

Meski disebut juga lumba-lumba air tawar, pesut punya karakteristik yang berbeda dengan lumba-lumba yang hidup di laut.

Pesut memiliki sirip punggung yang kecil dan membulat di tengahnya. Dahinya tinggi dan membulat tetapi tidak bermoncong.

Panjang pesut dewasa bisa mencapai sekitar 2,3 meter dengan berat hingga 130 Kg.

Pesut yang terkenal di Indonesia adalah Pesut Mahakam. Berikut fakta-fakta tentang Pesut Mahakam yang keberadaannya semakin langka:

1. Lokasi

Pesut Mahakam adalah simbol dari Provinsi Kalimantan Timur. Sungai Mahakam menjadi lokasi tempat tinggal pesut. Dikutip dalam World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, pesut Mahakam merupakan satu-satunya lumba-lumba air tawar yang dimiliki Indonesia. Habitat pesut Mahakam bisa ditemukan di wilayah perairan Sungai Mahakam yang sebagian besar berada di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

2. Hampir Punah

Ptes.org menyebutkan, pesut sebagian besar ditemukan di sepanjang 200 KM Sungai Mahakam, danau, anak sungai dan lahan basah di sepanjang itu.

Sejak tahun 2009, habitatnya telah menurun secara substansial.

Jumlah ikan yang semakin berkurang dikarenakan konversi daerah rawa pemijahan ikan menjadi kebun kelapa sawit di habitat inti pesut.

Penyebab kelangkaan pesut Mahakam yang lainnya adalah karena polusi suara bawah air dari tongkang batubara yang melintasi anak sungai pesut juga menjadi masalah serius.

Akibatnya, populasi pesut terbesar terjadi di bagian Mahakam yang lebih pendek (100 KM) dan menghabiskan sebagian besar waktunya di persimpangan dua sungai karena ini adalah tempat yang paling aman untuk mencari makan dan bermain.

Menurut buku 'Fabel Nusantara' oleh Dini Ayu, Pesut Mahakam menempati urutan tertinggi satwa di Indonesia yang hampir punah.

Karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan hanya tinggal 50 ekor saja.

3. Satwa yang Dilindungi

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem serta PP Nomor 7 Tahun 1999, pesut Mahakam merupakan jenis satwa yang dilindungi.

Aturan perlindungan terhadap hewan ini juga berasal dari Badan Konservasi Internasional IUCN (International United of Conservation Nature and Natural Resources).

IUCN sudah menetapkan pesut Mahakam masuk kategori satwa kritis dan terancam punah (critically endangered species).

4. Memiliki Penglihatan yang Tidak Tajam

Pesut memiliki mata yang kecil sehingga membuat penglihatannya tidak terlalu tajam.

Dengan begitu pesut bisa beradaptasi dalam air tawar yang mengandung lumpur.

Namun, pesut merupakan hewan yang ahli mendeteksi dan menggunakan ultrasonik yang mereka miliki untuk memetakan situasi di sekitarnya.

5. Pelestarian Pesut Mahakam

Untuk melestarikan pesut Mahakam Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) bekerja untuk mengamankan area inti terakhir yang tersisa.

RASI telah mengusulkan pembentukan kawasan lindung dan mereka sudah memiliki 100 persen kesepakatan masyarakat karena perlindungan ini tidak hanya akan membantu pesut tetapi juga bermanfaat bagi sumber daya ikan lokal.

Di bagian-bagian tertentu di Sungai Mahakam tidak memperluas transportasi ke daerah baru atau menambah frekuensi dari bagian-bagian kapal ini. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Tentang Pesut Mahakam, Lumba-lumba Air Tawar yang Nyaris Punah"