Novel Baswedan Singgung Kinerja Kepolisian Soal Kematian Ustaz Maheer, Edi Hasibuan Minta Jangan Cepat Berburuk Sangka

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini lantas mengingatkan, penyebab meninggalnya  Ustaz Maaher adalah sakit karena penyakit.

Novel Baswedan Singgung Kinerja Kepolisian Soal Kematian Ustaz Maheer, Edi Hasibuan Minta Jangan Cepat Berburuk Sangka
Novel Baswedan/bisnis.com

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang Edi Hasibuan meminta Novel Baswedan, tidak cepat berburuk sangka terkait kematian Maaher At-Thuwailibi.

Edi Hasibuan menyoroti pernyataan Novel Baswedan saat menanggapi kabar meninggalnya Ustaz Maheer.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan menyinggung kinerja kepolisian saat Ustaz Maheer ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas kasus penghinaan.

Gegara hal itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) ini, meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, tidak cepat berburuk sangka terkait kematian Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi.

"Saya meminta sebaiknya Novel jangan cepat berburuk sangka sebelum tahu masalah yang sebenarnya atas kematian Maaher," ujar Edi kepada JPNN.com, Jumat (12/2).

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini lantas mengingatkan, penyebab meninggalnya  Ustaz Maaher adalah sakit karena penyakit.

"Sakitnya itu juga menurut saya tidak perlu disampaikan Polri kepada publik, demi menjaga nama baik keluarga Maaher," ucapnya.

Pakar ilmu kepolisian dari Universitas Bhayangkara, Jakarta ini lebih lanjut mengungkapkan, kepolisian sebenarnya telah banyak membantu almarhum selama ini.

 Namun, hal itu tidak diumbar oleh Polri kepada publik, karena merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang diamanatkan.  

"Selama menangani Maaher, kami melihat polisi sangat banyak membantu Maaher, termasuk mengantar dan mengurusi Maaher berobat ke RS Polri.

Artinya, polisi memperhatikan perkembangan kesehatan Maaher," kata Edi.

Novel sebelumnya meminta aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang notabene bukan extraordinary crime.

 “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Ustaz Maaher meninggal di rutan Polri.

Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan ustaz.

Ini bukan sepele lho," kata Novel melalui akunnya di Twitter, Selasa (9/2).

Karena kicauannya itu, Novel dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK). (*)


Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Soal Kematian Ustaz Maaher, Bang Edi Ingatkan Novel Baswedan Begini", https://www.jpnn.com/news/soal-kematian-ustaz-maaher-bang-edi-ingatkan-novel-baswedan-begini?page=2