Minta Klarifikasi Pemenang Lelang Bandara Juata, FAM Kaltim Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi

Minta Klarifikasi Pemenang Lelang Bandara Juata, FAM Kaltim Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi
Minta Klarifikasi Pemenang Lelang Bandara Juata, FAM Kaltim Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Front Aksi Mahasiswa (FAM) Kalimantan Timur (Kaltim) gelar aksi datangi Kejaksaan Negeri (Kejati) Kaltim.\n\nAksi tersebut meminta Kejati Kaltim agar memeriksa dan mengusut tuntas terkait dugaan korupsi pembangunan Bandara Juata Tarakan, Kalimantan Utara, yang dimulai sejak tahun 2010 lalu.\n\nSekitar 20 massa FAM Kaltim melaksanakan aksi sambil berorasi didepan Kantor Kejaksaan Kaltim, di Jalan Bung Tomo, Sungai Keledang, Samarinda Seberang, pada Selasa (24/9/2019).\n\nSaat dikonfirmasi, Korlap Aksi FAM Kaltim Adhar mengatakan, gelaran aksi tersebut untuk mempertanyakan kepada pihak Kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi.\n\nSelain itu, FAM Kaltim juga meminta Kejaksaan menjalankan perannya, dalam pengawalan kemajuan pembangunan, transfaransi pemerintahan, serta penegakan hukum.\n\n"Ini terkait pembangunan Bandara Juata Tarakan pada tahun 2010 lalu, sebelum resmi lepas dari wilayah Kalimantan Timur, diproses pembangunannya itu diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kaltim, melalui sistem lelang." katanya.\n\nSelain itu pihaknya juga mengatakan, dari 3 pendaftar perusahaan, seharusnya mekanisme pemilihan pemenang, ditentukan melalui kualifikasi berkas yang disyaratkan, seperti berkas izin tender dan lain-lain. Namun anehnya pemenang malah ditentukan dari penawar yang lebih tinggi.\n\n"Dari 3 perusahaan yang lolos kualifikasi, sebenarnya memiliki kelebihan masing-masing. Namun yang menjadi tuntunan oleh massa Aksi FAM Kaltim, mengapa dari tiga kandidat, pemenangnya dipilih adalah perusahaan yang menawar lebih tinggi," ungkap Adhar.\n\n"Padahal sesuai mekanisme yang benar, penentuan pemenang, diseleksi melalui kelengkapan berkas persyaratan. Maka kami meminta Kejati untuk mengusut perkara ini, sampai tuntas," tambahnya menerangkan.\n\nSelain itu, mereka katakan hal ini juga mengenai penyalahgunaan jabatan Dishub Kaltim tahun 2010. Terkait masalah anggaran Bandara Juata Tarakan yang berjumlah Rp. 45 miliar.\n\n"Maka dengan ini kami FAM Kaltim menekan dan meminta kejaksaan Kaltim untuk menindak lanjuti dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum terkait pembangunan Bandara tersebut," ucapnya.\n\nSementara Asisten intelijen, M. Sumartono yang menerima massa aksi dari pihak Kejati Kaltim mengaku belum mengetahui terkait dugaan korupsi tersebut.\n\nDirinya mengatakan, perkara ini belum pernah dilaporkan ke Kejati, maka pihaknya meminta agar FAM Kaltim dapat memberikan laporan, yang dilengkapi dengan beberapa bukti yang telah dikumpulkan.\n\n"Kasus atau perkara ini belum pernah masuk ke Kejati, karena memang belum ada yang melaporkan. Jadi bila memang teman-teman dari FAM Kaltim telah memiliki bukti-bukti terkait dugaan ini, kami siap menerima dan menindaklanjuti perkaranya," ucap Sumartono.\n\nSecara terpisah, Nazar Humas FAM Kaltim menambahkan terkait aksi dan tuntutan yang diminta FAM Kaltim. Nazar mengatakan, dari dugaan tindakan korupsi dalam proyek tersebut dengan menyalahgunakan wewenang, untuk menguntungkan keduabelah pihak antara beberapa oknum panitia dan pemenang tander.\n\nLanjut Nazar, pihaknya menyebut akan segera mengusut dan mengumpulkan data terkait masalah tersebut, juga diakuinya FAM Kaltim meminta Dishub Kaltim untuk memberikan klarifikasi, dengan memaparkan mekanisme pemilihan tersebut.\n\n"Penyalahgunaan wewenang oleh Dishub Kaltim tahun 2010, dalan proyek tander perluasan lahan parkir Bandara Juata Tarakan. Nah yang jadi pokok fokus kami itu, untuk meminta Dihub Kaltim memberikan klarifikasi, terkait bagaimana mekanisme pemilihan pemenang tander lelang itu," kata Nazar.\n\n"Kan yang kita ketahui pemenangnya dipilih dengan penawaran yang tinggi. Padahal 2 perusahaan lainnya walaupun nilai tawarannya lebih rendah tapi secara kelengkapan berkas izin dan lain-lain, mereka lengkap dibandingkan perusahaan pemenang tander itu," tutupnya. (*)