Minim Investor, Mega Proyek Kek Maloy Dianggap Sia-sia, Ketua Pansus KEK Maloy: Itu Tidak Benar

Kawasan Ekomoni Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

Minim Investor, Mega Proyek Kek Maloy Dianggap Sia-sia, Ketua Pansus KEK Maloy: Itu Tidak Benar
Jahidin, Ketua Pansus Kek Maloy Batuta Trans Kalimantan saat diwawancara awak media, Kamis (18/6/2020)/Rubrik.id

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

KEK MBTK ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.34,3T dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 55.700 tenaga kerja hingga tahun 2025.

Namun harapan tersebut tak sejalan dengan kenyataannya.

Hingga saat ini kawasan tersebut minim investor. Salah satunya di sektor pelabuhan.

Sehingga menimbulkan anggapan dari berbagai pihak bahwa mega proyek KEK Maloy terkesan sia-sia.

Ketua panitia khusus (Pansus) KEK Maloy, Jahidin yang juga menjabat Komisi I DPRD Kaltim menepis anggapan tersebut.

"Tidak benar jika pelabuhan MBTK dikatakan sia-sia, karena jika dilihat secara profesional seperti kelapa sawit jika harus melalui pelabuhan Kariangau Balikpapan pasti tarifnya lebih besar dari pada harga jualnya, berbeda jika  ketika berada di pelabuhan MBTK,” ujar Jahidin, Rabu (17/6/2020).

Jahidin mengungkapkan kini keberadaan pelabuhan MBTK sedang dalam progres yang baik. Dalam catatan Pansus KEK Maloy bentukan DPRD Kaltim, tercatat setidaknya 7 investor telah merapat.

"Sudah ada 7 investor yang terdaftar, dan semua itu ada rekapannya dalam pertanggungjawaban Pansus," kata Jahidin.

Namun masih ditemukan catatan kecil yang harus segera dibenahi.

Seperti akses jalan yang belum efektif digunakan.

“Memang tidak bisa dipungkiri jika masih ada beberapa ruas jalan yang belum begitu efektif dimanfaatkan, namun jika semua itu diselesaikan dengan baik pasti akan memberi dampak positif,” ucapnya.

Untuk diketahui, kawasan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014 dengan total luas area sebesar 557,34 Haa. (advertorial)