Mahasiswa Pertanyakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, DPRD Kaltim Apresiasi Tuntutan

Mahasiswa Pertanyakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, DPRD Kaltim Apresiasi Tuntutan
Mahasiswa Pertanyakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, DPRD Kaltim Apresiasi Tuntutan
RUBRIK.ID, SAMARINDA ? Beberapa waktu lalu, mahasiswa gelar aksi massa di gedung DPRD Kaltim.\n\nAksi massa tersebut dilakukan terkait adanya penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.\n\nDiketahui, pemerintah keluarkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 75 tahun 2019 tentang kenaikan iuran BPJS disemua kelas.\n\nHal inilah yang membuat mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Samarinda melakukan aksi unjukrasa damai di depan kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur.\n\nDalam orasinya aksi masa menuntut menolak kenaikan iuran BPJS dan cabut Perpres nomor 75 tahun 2019, evaluasi sistem dan audit keuangan BPJS, serta perbaiki fasilitas kesehatan.\n\nAksi unjuk rasa berlangsung sekitar 30 menit dan langsung diperkenankan masuk menemui anggota DPRD Kaltim Komisi IV. Pertemuan antara masa aksi dengan Komisi IV tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Rusman Yakub.\n\n\n\nDalam penyampaiannya Rusman Yakub mengatakan, menyambut serta mengapresiasi tuntutan masa aksi.\n\n?Pertama kami sangat mengapresiasi kedatangan adik-adik mahasiswa untuk menyuarakan terkait keluhan masyarakat tentang kenaikan iuran BPJS yang akan dimulai januari 2020, dan pada prinsipnya DPRD Kaltim akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke DPR RI dan pemerintah pusat,? ungkapnya.\n\nLebih lanjut Rusman mengatakan bahwa kebijakan tersebut adalah domainnya pemerintahan pusat dan sekarang tengah bergulir di DPR RI.\n\n?Kebijakan tersebut merupakan ranahnya pusat, namun demikian adik-adik bisa mengawal aspirasi ini, sekarang tengah begulir di Komisi IX DPR RI,? ucapnya. (advertorial) \n\n