Mahasiswa Minta Usut 2 Proyek di Kaltim, Ini Tanggapi Kejati Kaltim

Mahasiswa Minta Usut 2 Proyek di Kaltim, Ini Tanggapi Kejati Kaltim
Mahasiswa Minta Usut 2 Proyek di Kaltim, Ini Tanggapi Kejati Kaltim
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Front Aksi Mahasiswa (FAM) Kaltim melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Rabu (16/10/2019).\n\nPada aksi tersebut, FAM meminta kepada Kejati Kaltim untuk mengusut dua proyek pembangunan di Kaltim yang diduga merugikan negara, yaitu pembangunan Taman Mahakam Lampion Garden dan Terminal Peti Kemas Kariangau dengan dugaan adanya indikasi korupsi hingga puluhan miliar.\n\nHumas FAM Kaltim, Nazar sampaikan untuk dugaan penyimpangan di Terminal Peti Kemas Kariangau diduga dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kepala Dinas Perhubungan yang menjabat tahun 2013.\n\nFAM anggap keduanya dianggap lalai dalam pengawasan pembangunan terminal peti kemas kariangau. Pasalnya, dalam proses pengerjaan proyek, FAM sebut diduga ada terjadi kelebihan pembayaran. Proyek masih belum 100 persen, tetapi pembayaran sudah dilakukan 100 persen kepada kontraktor.\n\n?Temuan dilapangan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) dalam pengerjaan proyek hanya mencapai 51 persen, tapi anggarannya sudah dikucurkan 100 persen. Kan sudah jelas melanggar, perbuatan melanggar hukum,? jelasnya.\n\nSedangkan untuk kasus taman Mahakam Lampion Garden, FAM Kaltim juga menduga adanya indikasi mark up anggaran dimana dalam proyek pembangunannya menelan biaya sebesar 10 Miliar.\n\nMenurut keterangan Kejati Kaltim, adanya pembangunan Taman Mahakam Lampion Garden dilakukan pada tahun 2014 dan 2015, dengan rincian pembagian dana sebesar Rp 3,4 Miliar pada tahun 2014 dan Rp 3,5 Miliar tahun 2015.\n\nDari hasil pemeriksaan Kejati Kaltim ke beberapa orang terkait permohonan pengolahan dana tersebut, serta didukung dokumen kontrak, menghasilkan temuan unsur penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara.\n\nKepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltim, Muhammad Farid mengklarifikasi dua tuntutan yang dilayangkan tersebut.\n\n?Untuk proyek mahakam lampion garden memang benar ada keluar surat pindah tugas tahun 2017. Dari hasil pemeriksaan dan analisis di lapangan memang ditemukan ada indikasi penyimpangan,? katanya.\n\nSedangkan untuk kasus terminal peti kemas, Farid menjelaskan bahwa pelaporan yang dilakukan FAM Kaltim adalah soal kelebihan pembayaran di pengerjaan proyek. Laporan tersebut, disebutnya belum ditangani oleh Kejati.\n\nMeski demikian, Farid sampaikan bahwa untuk peti kemas Kariangau itu, saat itu telah ditangani untuk kasus yang berbeda, dimana ada nama PT. Kaltim Batu Manunggal (KBM), yang telah masuk dalam penyidikan.\n\n?Untuk PT KBM itu sudah masuk ranah penyidikan. Itu sudah jelas penyimpangannya. Tetapi bukan kelebihan bayar, melainkan masalah spesifikasi (proyek). Kami sudah tangani itu,? ucapnya. (*)