Lagi! Kasus Pelecehan, Seorang Ayah di Samarinda Tega Setubuhi Anak Kandung Sendiri

Pelaku yakni pria 44 tahun berinisial R yang dengan tega memperkosa buah hatinya setelah dicekoki minuman keras (Miras)

Lagi! Kasus Pelecehan, Seorang Ayah di Samarinda Tega Setubuhi Anak Kandung Sendiri
Kasat Reskrim Polresta Samarinda saat dijumpaindi Mapolresta Samarinda, Selasa (28/7/2020) siang tadi/HO

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Status Samarinda yang menyandang gelar kota layak anak (KLA) benar-benar patut dipertanyakan. Bagaimana tidak, jika dalam sepekan terakhir kasus asusila di Kota Tepian terus bermuncul.

Teranyar dan yang paling mencengangkan justru tindak amoral yang dilakukan oleh ayah kandung kepada anaknya yang masih remaja.

Pelaku yakni pria 44 tahun berinisial R yang dengan tega memperkosa buah hatinya setelah dicekoki minuman keras (Miras).

Saat ini R sendiri telah diamankan petugas kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman 7 tahun penjara.

Informasi diterima, aksi bejat R dilakukan justru dikediamannya sendiri di Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (21/7/2020) sore lalu. Kala itu, dirumahnya hanya ada R dan si korban sebut saja Melati (18).

Saat itu, R memang telah mempersiapkan semuanya. Yakni minumal alkohol yang telah diraciknya di ruang tamu kediamannya.

Setelah siap, R kemudian langsung memanggil anaknya dan tanpa basa basi memintanya untuk minum, bahkan dengan paksaan biar Melati niat bulusnya bisa cepat terlaksana.

Setelah dipaksa untuk menghabiskan sejumlah takaran miras digelas. Alkohol yang telah masuk ketubuh pun mulai bereaksi.

Mentari mulai mengalami pusing dan memilih pergi ke kamarnya. Dalam keadaan sempoyongan mentari lalu digendong oleh R untuk direbahkan keatas kasur.

Saat itulah R melancarkan aksi bejatnya. Dengan mudahnya dia melucuti seluruh pakaian Melati. Penuh nafsu, R lalu menyetubuhi anak kandungnya tersebut. Kendati dalam keadaan mabuk, Melati sempat memberontak.

R membalasnya dengan cara menjambak rambut dan membenturkan kepala Melati ke lantai. Hingga mengakibatkan kepalanya benjol. Tak cukup sampai disitu, R yang sudah gelap mata turut meremas mulut Melati agar tak teriak. Hingga mengalami luka robek di mulutnya.

Melati yang tak kuasa menahan sakit atas penganiayaan itu, hanya bisa meneteskan air mata. Sembari melihat sang ayah yang melampiaskan nafsu kepada dirinya. Setelah persetubuhan itu terjadi, Melati kemudian mengambil kesempatan untuk kabur saat R pergi dari kamar.

"Begitu ada kesempatan korban ini langsung kabur dan mendatangi Polsek Sungai Pinang melaporkan perbuatan pelaku," ungkap Kasat Reskrim Kompol Yuliansyah saat dijumpai di Mapolresta Samarinda, Selasa (28/7/2020) siang ini.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Sungai Pinang. Mentari kini diamankan di Yayasan Rumah Aman, khusus perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Kasus pemerkosaan terhadap anak kandung inipun kemudian ditangani langsung oleh Satreskrim Polresta Samarinda.

Gelar perkara, hingga mengumpulkan semua alat bukti telah dilakukan polisi. Namun pada Sabtu (25/7/2020) malam lalu, R justru menyerahkan diri dan didampingi sembilan penasihat hukumnya ke Mapolresta Samarinda dan langsung dilakukan penahanan.

"Jadi, saat itu juga kami lakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap pelaku," sambungnya.

Lanjut Yuliansyah, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa hasil visum, seprei, pakaian korban maupun pelaku, botol diduga tempat miras racikan serta barang bukti lainnya. Meski laporan telah disertakan barang bukti dari korban. Namun pelaku justru menyangkal atas semua perbuatannya kepada anaknya tersebut.

"Setiap apa yang dikatakan korban, pelaku menyangkal," sambungnya.

Sehingga untuk saat ini langkah yang dilakukan oleh kepolisian, sedang mengumpulkan bukti-bukti kuat, termasuk keterangan dari saksi alhli agar perkara ini bisa benar-benar dijalankan dan pelaku mempertanggungjawabkan semua perbuatannya dihadapan hukum.

"Kami masih mengumpukan bukti-bukti kuat, karena pelaku belum mengakui perbuatannya. Kalau memang pelaku ada bukti yang mengatakan dia tidak bersalah, ya silahkan saja kita liat nanti," pungkasnya.

Atas perbuatanya pelaku saat ini disangkakan dengan pasal 46 UU RI No.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Jo Pasal 285 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan bui. (*)