Krisis Kepercayaan Terhadap Donald Trump, 36% Warga Amerika Tak Ingin Vaksin Corona

Krisis Kepercayaan Terhadap Donald Trump, 36% Warga Amerika Tak Ingin Vaksin Corona
RUBRIK.ID - Seperempat orang Amerika enggan untuk divaksin oleh vaksin virus corona. Hal ini terungkap dalam sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada hari Kamis ini.\n\nDilansir dari Reuters, di saat para ahli kesehatan mengatakan bahwa vaksin diperlukan untuk mengembalikan kehidupan ke kondisi normal, survei ini menunjukkan adanya masalah kepercayaan potensial kepada pemerintahan Trump yang sedang dikecam karena pedoman keselamatan yang sering kontradiktif selama pandemi.\n\nSekitar 36% responden mengatakan mereka kurang bersedia untuk divaksin jika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa vaksin tersebut aman. Sementara cuma 14% responden yang tertarik untuk divaksin.\n\nSebagian besar responden dalam survei terhadap 4.428 orang dewasa AS yang diambil antara 13 Mei dan 19 Mei ini mengatakan mereka akan sangat dipengaruhi oleh panduan dari Food and Drug Administration atau hasil studi ilmiah skala besar yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.\n\nKurang dari dua pertiga responden mengatakan bahwa mereka ?sangat? atau ?agak? tertarik pada vaksin, angka yang diperkirakan oleh beberapa pakar kesehatan akan lebih tinggi mengingat kesadaran yang semakin tinggi akan COVID-19 dan lebih dari 92.000 kematian terkait virus corona di Amerika Serikat saja.\n\n"Ini sedikit lebih rendah daripada yang saya kira akan dengan semua perhatian pada COVID-19," kata Dr. William Schaffner, seorang ahli penyakit menular dan vaksin di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.\n\nEmpat belas persen responden mengatakan mereka sama sekali tidak tertarik untuk divaksin, dan 10% mengatakan mereka tidak terlalu tertarik. Sementara 11% lainnya tidak yakin.\n\nStudi sedang dilakukan, tetapi para ahli memperkirakan bahwa setidaknya 70% orang Amerika perlu divaksin sebelum mencapai apa yang dikenal sebagai "kekebalan kawanan" ketika cukup banyak orang cukup resisten terhadap penyakit menular untuk mencegah penyebarannya.\n\nTrump telah berjanji untuk bisa mewujudkan adanya vaksin corona pada akhir tahun, meskipun mereka biasanya membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk mengembangkan dan menguji keamanan dan efektivitasnya.\n\nBanyak ahli percaya bahwa vaksin yang sepenuhnya diuji dan disetujui pemerintah tidak akan tersedia secara luas Setidaknya sampai pertengahan 2021.\n\nAda lebih dari 100 kandidat vaksin COVID-19 dalam pengembangan secara global, termasuk beberapa sudah dalam uji klinis kepada manusia.\n\nAwal pekan ini, bioteknologi Moderna Inc mengumumkan hasil awal yang berpotensi menjanjikan dari hanya delapan orang yang mengambil bagian dalam studi keselamatan.\n\nDi antara responden yang menyatakan sedikit atau tidak tertarik pada vaksin coronavirus, hampir setengahnya mengatakan mereka khawatir tentang kecepatan pengembangannya.\n\nSedangkan lebih dari 40% mengatakan mereka percaya vaksin itu lebih berisiko daripada penyakit itu sendiri. (*)\n\n \n\nArtikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Tak percaya kepada Trump, 36% orang Amerika tak mau disuntik vaksin corona"