Korban Asusila di Samarinda Terus Cari Pelaku, Keluarga Bawa ke RS Jiwa

Korban Asusila di Samarinda Terus Cari Pelaku, Keluarga Bawa ke RS Jiwa
Korban Asusila di Samarinda Terus Cari Pelaku, Keluarga Bawa ke RS Jiwa
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kasus asusila dengan korban berusia 14 tahun yang disetubuhi ayah dan kakak kandungnya selama bertahun-tahun masuki babak baru.\n\nSebagai informasi, kasus asusila ini sebelumnya ditangani oleh Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota.\n\nPelaku yakni sang ayah dan kakak lelaki korban telah ditangkap dan diproses hukum.\n\nBabak baru yang muncul adalah perbedaan sikap korban dibandingkan dengan korban asusila lainnya.\n\nBiasanya, korban kasus asusila enggan dan trauma ketika bertemu dengan pelaku, namun berbeda dengan korban satu ini, korban malah kerap mencari-cari ayahnya. Bahkan, akibat tingkah laku yang tidak biasa itu, keluarganya membawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan perawatan.\n\nKeluarga korban terpaksa membawanya ke rumah sakit jiwa karena selama ini korban kerap mengamuk jika tidak diperbolehkan bertemu dengan ayahnya, bahkan korban sampai nekat hendak bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai Mahakam, jika permintaanya itu tidak dituruti.\n\nKetika sejumlah awak media mencoba untuk mengkofirmasi kabar tersebut ke keluarga korban. Namun, Selasa (13/8) siang tadi, ibu korban sedang tidak berada di rumahnya.\n\nNamun demikian, kabar korban masuk di rumah sakit jiwa dibenarkan oleh pihak RSJD Atma Husada Mahakam. Korban diketahui telah dirawat di rumah sakit jiwa sekitar semingguan, dan saat ini masih menjalani perawatan.\n\nDiawal korban masuk ke rumah sakit jiwa, korban kerap mengamuk dan menyerang petugas. Saat mengamuk, korban kerap berteriak-teriak mencari keberadaan ayahnya itu.\n\n"Saat awal masuk ke sini, ngamuk-ngamuk, mencari ayahnya. Tapi, setelah kami rawat, sekarang sudah tenang dan sekarang sudah berada di ruangan perawatan, tidak lagi di IGD," ucap dr Drajat Wicaksono, dokter yang menangani korban, Selasa (13/8/2019).\n\nBahkan, Senin (12/8) kemarin korban sudah mau kembali berbicara dengan ibunya, setelah sebelumnya sempat lama tidak ingin berbicara dengan ibunya.\n\n"Kemarin sudah mau ngomong sama ibunya, biasanya kalau diajak ngomong sama ibunya tidak direspon," imbuhnya.\n\nLanjut dirinya menjelaskan, prilaku yang tidak biasa dari korban itu lebih disebabkan karena telah terbentuknya ikatan emosional dengan ayahnya dibandingkan ibunya.\n\nNamun, ikatan emosional itu bukanlah karena rasa sayang yang biasa antara orangtua dengan anak, namun lebih dari itu. "Rasa sayang kepada bapaknya berbeda," ucapnya.\n\n"Namun, banyak faktor yang melatarbelakangi korban bisa sampai seperti. Mulai dari keluarga sendiri, lingkungan hingga pendidikan," sambungnya.\n\nDirinya pun tidak pungkuri, ketika pertama kali ayah maupun kakak kandung korban menggagahinya, korban sempat mengalami trauma.\n\nNamun, karena perbuatan itu telah lama dan sering dilakukan, membuat korban telah terbiasa, di samping ketidaktahuan korban maupun tidak ada yang memberikan pemahaman terhadap korban mengenai perbuatan ayahnya itu.\n\nDan, hal itulah yang membuat korban tidak trauma dengan pelaku, malah mencari-cari pelaku.\n\n"Mungkin pertama kali trauma, tapi karena keterbatasan yang ada, tidak bisa membedakan perbuatan itu salah atau benar, akhirnya terbiasa," jelasnya.\n\nKorban sendiri diperkirakan akan dipulangkan dalam beberapa hari kedepan. Pihaknya pun berharap kepada keluarga korban, setelah keluar dari rumah sakit jiwa untuk segera menyekolahkan kembali korban.\n\nMengingat kondisi korban, pihaknya meminta kepada ibu korban untuk tidak membawa korban bertemu dengan pelaku.\n\n"Beberapa hari lagi bisa keluar. Harus segera kembali ke sekolah, dan sudah kami beri tahu ibunya untuk tidak membawa anaknya ini bertemu dengan ayahnya," pungkasnya.\n\nUntuk diketahui, saat ini korban merupakan siswi VII SMP, yang telah menjadi korban kekerasan seksual sejak korban duduk dibangku kelas III SD.\n\nUlah bejat itu dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Ternyata prilaku bejat itu diikuti oleh kakak laki-laki korban yang juga ikut melakukan tindakan kekerasan seksual kepada adiknya itu.\n\nTindak kekerasan seksual itu kerap dilakukan  pelaku di ruang tamu rumah. Sebelum aksi bejat itu terungkap, terakhir kali korban jadi budak nafsu orang yang harusnya melindunginya itu pada 24 Februari 2019 lalu.\n\nSatu pelaku berinisial Af (16) yang merupakan kakak kandung korban. Sedangkan ayah korban bernisial Mj (60). Kasus itu sendiri ditangani oleh Polsek Samarinda Kota pada Februari 2019 lalu. (*)