Konflik di Laut China Selatan, Filipina Kembali Bersuara Menentang China

Filipina kembali bersuara menentang China. Kali ini, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyebut dasar klaim China atas Laut China Selatan yakni sembilan garis putus-putus adalah palsu

Konflik di Laut China Selatan, Filipina Kembali Bersuara Menentang China
Laut China Selatan Selatan/pikiran-rakyat.com

RUBRIK.ID - Berita Mancanegara yang dikutip RUBRIK.ID tentang Filipina kembali bersuara menentang China.

Laut China Selatan Selatan masih menjadi sengketa antar negara. Tak sedikit konflik terjadi di kawasan tersebut hingga telah banyak memakan korban.

Filipina kembali bersuara menentang China. Kali ini, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyebut dasar klaim China atas Laut China Selatan yakni sembilan garis putus-putus adalah palsu.

Pernyataan ini muncul setelah kedua negara bersitegang kembali karena Scarborough Soal. Scarborough adalah wilayah terumbu karang yang diklaim kedua negara.

Wilayah ini juga yang akhirnya membuat Filipina membawa China ke arbitrase internasional 2012 lalu.

Saat itu, China mengambil alih Scarborough namun klaim itu dibantahkan melalui pengadilan di Den Hagg pada 2016.

Filipina pekan lalu bahkan mengajukan protes diplomatik atas upaya "penyitaan" yang dilakukan penjaga pantai China pada kapal nelayan mereka. Wilayah ini berada di 240 km barat laut Pulau Luzon dan 650 km provinsi Hainan, China.

"Daerah itu berada di dalam ZEE kami," katanya dikutip AFP, Selasa (25/4/2020).

"Hak historis mereka (China) atas wilayah yang dikelilingi oleh garis 9 mereka tidak ada kecuali dalam imajinasi mereka."

"Nelayan kami berada di ZEE kami dan begitu pula kapal dan pesawat kami melakukan serangan patroli di wilayah kami," ujarnya lagi.

"Mereka (China) adalah orang-orang yang telah melakukan provokasi dengan secara ilegal menempati beberapa fitur di ZEE kami. Karenanya mereka tidak memiliki hak untuk mengklaim bahwa mereka sedang menegakkan hukum mereka."

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, membalas Filipina dengan mengatakan negara itu kerap melakukan provokasi.

Bahkan menuding Filipina melanggar kedaulatannya dengan mengirim pesawat militer ke ruang udara yang berdekatan dengan pulau dan terumbu karang yang ditempatkan oleh China.

"China mendesak pihak Filipina untuk segera menghentikan provokasi ilegal," kata Zhao dalam jumpa pers reguler, dikutip dari Nikkei Asian Review.

Ketegangan terbaru ini datang ketika Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencari alokasi prioritas untuk vaksin Covid-19 China. Ia sempat mengatakan tak sanggup berperang dengan China dan berharap ada penyelesaian lain.

Hal ini menimbulkan kritikan bagi Duterte. Sejumlah lawan politiknya mengkritik sikap pemimpin yang mengunci (lockdown) Filipina sebanyak dua kali karena wabah corona (Covid-19) itu. (*)

Artikel ini telah tayang di CNNINDONESIA.COM dengan judul "Duh! Filipina Ngamuk ke China, Soal Apa?" https://www.cnbcindonesia.com/news/20200825144631-4-181842/duh-filipina-ngamuk-ke-china-soal-apa