Komisi II Tunggu Dokumen Kerja Perusda MBS

Komisi II Tunggu Dokumen Kerja Perusda MBS
Komisi II Tunggu Dokumen Kerja Perusda MBS
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Beberapa waktu lalu, Komisi II telah lakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS).\n\nUsai adanya RDP itu, hingga saat ini Komisi II DPRD Kaltim belum menerima dokumen program kerja sebagaimana yang diminta.\n\nHal ini disampaikan  Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Selasa (24/12/2019).\n\nIa sampaikan bahwa saat ini hanya memegang data yang sama saat RDP berlangsung.\n\nMenurut Veridiana, pengumpulan dokumennya harusnya dilakukan Senin lalu, namun terdapat perselisihan waktu karena direktur MBS sedang berada di Jakarta. Sehingga harus dilakukan penjadwalan ulang.\n\n?Kita minta semua dokumen MBS, dari awal sampai sekarang. Ini untuk mengevaluasi secara menyeluruh,? tandasnya.\n\n\n\nSebagaimana yang telah diberitakan, RDP yang dilakukan bersama MBS dilakukan karena MBS dinilai kurang memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pendapatan daerah. Sementara anggaran daerah yang digelontorkan dalam penyertaan modal bagi MBS cukup besar.\n\nSaat RDP berlangsung, Direktur Utama MBS Agus Dwitarto mengatakan, pihaknya mengalami kerugian pada unit usaha Hotel Pandurata yang terletak di Jakarta sehingga belum bisa berkontribusi secara maksimal untuk PAD.\n\nAgus mengakui, setiap tahun beban untuk pembiayaan PBB, asuransi, dan penyusutan menjadi tanggung jawab pihak MBS. Akibatnya, MBS merugi hingga dikisaran Rp8 Miliar per tahun.\n\n?Kami sudah menekan pihak pengelola hotel yakni Blue Sky untuk membayar beban PBB, angsuran dan penyusutan. Tapi mereka bersandar kepada kontrak perjanjian dari 2009 ? 2018 sehingga MBS yang harus membayar,? jelas Agus.\n\nDiketahui, pada tahun 1996 MBS diberikan modal sebesar Rp5 Miliar dalam bentuk uang tunai. Tahun 2004 sebesar Rp27,5 Miliar berupa 4 unit Pesawat Terbang GA8 Airvan. Tahun 2008 Aktiva Hotel Grand Pandurata Jakarta yang berupa tanah, dan bangunan eks RSUD Balikpapan yang terbagi untuk tanah hotel sebesar Rp13 Miliar. (advertorial)