Komisi II Minta Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Dalam Pembahasan APBD 2021

Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat melakukan pemulihan ekonomi daerah dengan memperhatikan proporsi anggaran dalam APBD 2021 mendatang.

Komisi II Minta Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Dalam Pembahasan APBD 2021
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiono/IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA – Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat melakukan pemulihan ekonomi daerah dengan memperhatikan proporsi anggaran dalam APBD 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiono kepada awak media, Senin (5/20/2020).

“Ekonomi kita tidak boleh stuck (macet), harus bergerak. Tidak bisa hanya fokus di kesehatan saja, tanpa memikirkan pemulihan ekonomi,”tegasnya.

Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa tio tersebut menyatakan bahwa APBD Kaltim 2021 mendatang yang tengah dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan TAPD Kaltim harus menghadirkan solusi bagi upaya penyelematan ekonomi, khususnya yang terdampak langsung oleh Pandemi Covid-19.

“Penanganan kesehatan (covid-19) tetap berjalan, namun pemulihan ekonomi juga harus berjalan. Suka tidak suka harus begitu,”lanjutnya.

Seperti diketahui, sektor pertambangan dan perkebunan yang selama ini memberi sumbangsih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim diketahui mengalami kontraksi atau minus, hingga menyebabkan turunnya APBD Kaltim, menjadi sekitar lebih dari Rp 9 triliun.

"Maka dari itu, kita harus refocusing anggaran untuk pemulihan ekonomi," tegas Tio.

Dalam kesempatan yang sama, Tyo juga meminta Pemprov Kaltim untuk segera menyerahkan laporan pemanfaatan anggaran dari sektor kesehatan, untuk penanganan dampak Covid-19 di Kaltim.

"Berapa besar anggaran yang terserap juga saya tidak tahu. Beberapa waktu lalu sudah saya minta sama Pemprov Kaltim untuk segera menyerahkan laporannya. Termasuk dengan biaya riil penanganan pasien Covid-19 itu sendiri,"tutupnya.