Komisi II DPRD Minta BPKAD Kaltim Inventaris Aset, Termasuk Aset di Kaltara dan Jakarta

SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim untuk menginvetarisir aset daerah yang di miliki Kaltim. Aset tersebut menurut Reza tak hanya yang berada di Kaltim saja, namun aset Kaltim yang berada di Kaltara dan daerah lain semisal di Jakarta.\n\nHal itu disampaikan Reza menindaklanjuti hasil pertemuan dengan BPKAD dengan Komisi II DPRD Kaltim baru-baru ini. Politisi Gerindra ini meminta pendataan aset tersebut sejauh mana nilainya melalui indikator yang terukur.\n\n?Semisal aset yang masih ada namun tidak terawat, aset yang akan habis masa kerjasamanya. Jika masa kerjanya hampir habis bisa dievaluasi, apakah perlu diperpanjang atau mencari pengelola lain yang lebih menjanjikan bagi PAD Kaltim. Termasuk aset Kaltim yang berada minta bpkad aset daerah di Kaltara,? urai Reza.\n
\nPolitisi muda ini juga menyinggung aset Kaltim seperti parkiran Mall Lebuswana, Pergudangan, dan aset di Anggana, Kutai Kartanegara senilai Rp 37 miliar yang sebelumnya diperuntukan untuk perkayuan berupa tanah seluas 1 hektar.\n\n"Sangat disayangkan jika tidak termanfaatkan, padahal bisa dialihkan menjadi pelelangan ikan, SPBN atau galangan kapal yang bisa dikelola Perusda maupun pihak ketiga yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,? kata Reza.\n\nSenada dengan koleganya, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir juga menyebutkan keberadaan Stadion Palaran, Hotel Atlit dan Eks Lamin. Stadion megah yang semestinya bisa menjadi kebanggaan Kaltim ini kondisinya sangat memprihatinkan.\n\n?BPKAD semestinya memiliki pendataan yang lebih detail, tidak didata secara manual. Padahal potensinya besar, namun Pemprov tak mampu mengelola dengan maksimal. Komisi II terbuka untuk segala upaya mengelola aset daerah, lakukan komunikasi dengan kami. Komisi II tentu siap mencarikan solusinya,? pungka Sutomo Jabir.