Kisahkan Perjalanan Hidup, Anggota Dewan Tulis Buku "Bima di Timur Borneo" 

Kisahkan Perjalanan Hidup, Anggota Dewan Tulis Buku "Bima di Timur Borneo" 
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kisahkan Perjalanan Hidup, Anggota Dewan Tulis Buku "Bima di Timur Borneo"\n\nEmpat pembicara diagendakan akan hadir di Nedah Buku "Bima Di Timur Borneo" yang akan dilakukan pada Rabu (27/5/2020) mendatang.\n\nKeempat pembicara itu ialah Yustinus Sapto, Lukman, Dr. Jamil B Sanusi, Syafruddin, anggota DPRD Kaltim yang juga Ketua DPW PKB Kaltim saat ini.\n\nSinopsi buku tersebut akan dilakukan pukul 13.00 Wita melalui siaran live media sosial di Facebook, Twitter dan Instagram.\n\nLantas, apa kisah dari Buku Bima di Timur Borneo tersebut?\n\nBuku tersebut mengisahkan perjalanan hidup seorang lelaki aktivis mahasiswa, hingga akhirnya bisa duduk di Karang Paci-sebutan kantor DPRD Kaltim saat ini.\n\nMuhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB saat ini didapuk menjadi pengisi Kata Pengantar di buku tersebut.\n\n"Sebagian buku ini menceritakan dinamika perjuangan sahabat Syafruddin dalam ber ? PMII dan ber ? PKB, bagian yang sedikit banyak saya ketahui dan kenali. Namun cerita masa kecil, remaja hingga pemuda, masa kuliah dan kemudian aktif berorganisasi serta romansa cintanya membuat saya menjadi lebih mengenal sosok sahabat Syafruddin lebih dalam," tertulis dalam kata pengantar buku tersebut.\n\n[caption id="attachment_10804" align="alignnone" width="724"] Bedah Buku "Bima di Timur Borneo"[/caption]\n\nSementara itu, Syafruddin, tokoh dari buku tersebut juga ikut menceritakan kisah asal muasal hingga akhirnya buku tersebut bisa terbit.\n\n"Berlembar-lembar catatan pokok-pokok penting kemudian saya tulis di smartphone memakai aplikasi google document. Selain agar bisa mencatat sejarah sebagai buku yang ditulis dengan smartphone, menuliskannya bisa saya lakukan sambil rebahan," tulisnya.\n\n"Akhirnya sebelum pandemic covid 19 berakhir, buku ini berhasil diselesaikan. Berisi kisah perjalanan hidup Syafruddin dari kecil hingga pemuda, awal mula aktivisme mahasiswa hingga kemudian menjadi aktivis politik dan pembelajaran serta inspirasi yang bisa diserap darinya," ujarnya. (*)