Kisah Penjara Lidya Pratiwi Yang Bunuh Pacarnya 14 Tahun Silam

Kisah Penjara Lidya Pratiwi Yang Bunuh Pacarnya 14 Tahun Silam
RUBRIK.ID - Nama Lidya Pratiwi memang sudah dilupakan oleh banyak orang.\n\nWajar lantaran ia sudah belasan tahun hilang dari dunia hiburan lantaran kasus pembunuhan yang menjeratnya.\n\nLidya Pratiwi divonis 14 tahun penjara. Bagaimana kisahnya?\n\nSebagai artis sinetron, Lidya Pratiwi memang tak terlalu melejit.\n\nNamun, namanya hampir setiap hari muncul di semua media pada 2006.\n\nBukan karena aktinya, tapi bintang sinetron Ande-ande Lumut dan Untung Ada Jini ini dituduh terlibat dalam perampokan dan pembunuhan.\n\nKisah tragis yang melibatkan artis kelahiran 14 Januari 1987 itu terjadi pada 27 April 2006 pada pukul 11.00 WIB.\n\nLidya merupakan rekan dekat model Naek Gonggom Hutagalung.\n\nSaat itu tahun 2006, ia ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan pacarnya, Naek Gonggom Hutagalung.\n\nLidya Pratiwi juga diketahui bersekongkol dengan ibunya, Vince Yusuf, dan pamannya, Tony Yusuf dalam melakukan pembunuhan.\n\nKasus ini diketahui saat 28 April 2006 silam, Naek Gonggom Hutagalung ditemukan tak bernyawa di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara.\n\nMotif pembunuhannya adalah mengambil harta milik kekasihnya lantaran saat itu paman Lidya Pratiwi terlilit hutang dan dikejar debt collector.\n\nPembunuhan itu dibuat seakan-akan kasus perampokan.\n\nLidya Pratiwi dan Naek sebelumnya jalan-jalan di Plaza Senayan sampai akhirnya menginap di sebuah cottage di Putri Duyung, Ancol.\n\nMeskipun sebenarnya, rencana untuk pergi ke Ancol itu sudah direncanakan matang-matang oleh ibu dan pamannya Lidya.\n\nSesampainya di cottage, Naek langsung dipiting di bagian leher dan Lidya, seakan tak tahu apa-apa, diseret keluar cottage.\n\nSetelah mengambil seluruh uang dan ATM milik Naek, ibu dan pamannya Lidya yang sebelumnya ingin kabur, lantas mengurungkan niat tersebut.\n\nMereka takut karier Lidya Pratiwi sebagai artis yang namanya sedang meroket, akan hancur karena Naek sempat curiga dengan keterlibatan Lidya dalam kasus perampokan tersebut.\n\nAkhirnya, nyawa Naek melayang tepat pada Mei 2006 dengan cara ditusuk di bagian kepala sebanyak 2 kali.\n\nTak berselang lama, ibu dan paman Lidya ditangkap oleh kepolisian terkait pembunuhan Naek.\n\nLidya juga ikut ditangkap meskipun tidak ikut membunuh, karena mengetahui tapi membiarkan pembunuhan itu terjadi.\n\nPemain sinetron Untung Ada Jinny ini mengaku tak terlibat saat aksi pembunuhan.\n\nNamun, Lidya dianggap mengetahui dan membiarkan rencana pembunuhan terhadap kekasihnya.\n\nAtas perbuatannya, mereka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.\n\nLidya Pratiwi divonis 14 tahun karena bunuh pacarnya\n\nLidya juga ikut ditangkap meskipun tidak ikut membunuh, karena mengetahui tapi membiarkan pembunuhan itu terjadi.\n\nPemain sinetron Untung Ada Jinny ini mengaku tak terlibat saat aksi pembunuhan.\n\nNamun, Lidya dianggap mengetahui dan membiarkan rencana pembunuhan terhadap kekasihnya.\n\nAtas perbuatannya, mereka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.\n\nSehingga, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman pidana untuk Lidya Pratiwi selama 14 tahun penjara.\n\nHukuman ini 3 tahun lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 17 tahun pidana penjara.\n\nLidya Pratiwi pun harus mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur tepat diusianya yang baru genap 19 tahun.\n\nNamun, beberapa kali juga wanita berusia 33 tahun itu mendapatkan remisi, termasuk saat peringatan HUT RI dan Hari Raya Natal\n\nAwal mendekam di jeruji besi, saat itu Lidya Pratiwi masih berusia 19 tahun.\n\nKini ia sudah berusia 33 tahun.\n\nPada awal masuk penjara, Lidya diketahui sempat mengeluhkan makanan yang tak layak di penjara.\n\nIa mengaku hanya dapat makan dua kali dalam sehari di jam 10 pagi dan 5 sore.\n\nSudah begitu, makanannya pun terbatas dan tidak memenuhi stadar kesehatan.\n\nSeorang petugas yang ditemui secara khusus oleh reporter Grid.ID di Rutan Pondok Bambu, Jakarta menyebut jika Lidya Pratiwi jarang ditengok oleh keluarga.\n\nLidya Pratiwi lebih banyak menghabiskan waktunya tanpa kunjungan siapapun.\n\n"Dia jarang dikunjungi, paling Natalan ada beberapa teman yang datang," ungkap pegawai lapas tersebut, belum lama ini.\n\nMeski demikian, petugas menyebut Lidya kerap terlihat beribadah.\n\n"Beberapa kali sih saya lihat dia salat. Dia rajin ibadah," tutur petugas.\n\nSeperti diketahui, setelah masuk penjara, Lidya memang memutuskan untuk menjadi mualaf.\n\nIa mengaku bermimpi tentang Kabah sebanyak tiga kali sehingga menyakini kalau Islam adalah agama yang benar. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di wartakota.tribunnews.com dengan judul "Pesinetron ini Dipenjara 14 Tahun, Sekongkol Bunuh Pacarnya yang Model, Kini Jadi Mualaf"\n\nhttps://wartakota.tribunnews.com/2020/03/13/pesinetron-ini-dipenjara-14-tahun-sekongkol-bunuh-pacarnya-yang-model-kini-jadi-mualaf?page=4