Ketua Fraksi Gerindra-Berkarya DPRD Bontang Tanggapi Raperda Pengelolaan Limbah B3

Ketua Fraksi Gerindra-Berkarya DPRD Bontang Tanggapi Raperda Pengelolaan Limbah B3
RUBRIK.ID, BONTANG - Ketua Fraksi partai Gerindra-Berkarya DPRD Bontang, Etha Rimba Paembonan menilai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) bisa berdampak langsung dan membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.\n\nHal itu sangat berkaitan dengan struktur wilayah kota Bontang dengan letak geografis yang memiliki daerah aliran sungai (DAS), sebagian warga masih ada yang bersinggungan langsung dengan beraktivitas di daerah tersebut.\n\n"Memang perlu adanya inventarisir aktivitas masyarakat dengan data yang akurat sebagai sampling dalam penyusunan perda limbah ini," kata Etha dalam rapat pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif pemerintah kota Bontang di ruang rapat kantor DPRD Bontang, Senin (24/2/2020).\n\nDikatakan Etha, warga yang berhubungan langsung dengan limbah B3 terdiri dari beberapa tipe, seperti penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengelola dan penimbun. Merekalah yang harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga kualitas lingkungan agar tetap pada kondisi semula.\n\n"Bagaimana kalau terjadi pencemaran, limbahnya tumpah, tercecer atau rembes. Oleh karena itu harus ada upaya optimal agar kualitas lingkungan kembali ke fungsi awalnya," tuturnya.\n\nFraksi partai Gerindra-Berkarya melihat dari segi pemanfaatan dan pengelolaan limbah B3 menjadi produk yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan baku, bahan penolong dan atau bahan bakar yang aman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.\n\nDengan adanya raperda pengelolaan sampah, diharapkan agar masyarakat dan lingkungan khususnya di kota Bontang bisa terhindar dari pencemaran lingkungan dan berakibat terhadap kesehatan masyarakat. (advertorial) \n\n