Kasus Nasi Anjing Priok Dihentikan oleh Polisi, Berikut Penjelasannya

Kasus Nasi Anjing Priok Dihentikan oleh Polisi, Berikut Penjelasannya
RUBRIK.ID -  Polisi memastikan kasus pemberian makanan bertuliskan 'Nasi Anjing' kepada warga di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara hanya kesalahpahaman saja.\n\n"Betul (hanya) kesalahpahaman," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).\n\nWirdhanto menuturkan kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang diterima kepolisian pada Sabtu (25/4) malam terkait pemberian nasi bungkus bertuliskan 'Nasi Anjing'.\n\nSelain itu, ada pula sebuah video berisi pernyataan warga yang mendapatkan 'Nasi Anjing' viral di media sosial. Dalam video itu, disampaikan pula bahwa nasi tersebut berisi daging anjing.\n\nKepolisian lantas melakukan penyelidikan. Termasuk meminta klarifikasi dari yayasan 'Qahal Family' selaku pihak yang memberikan nasi tersebut.\n\nDari hasil klarifikasi itu, diketahui bahwa pemberian nama 'Nasi Anjing' itu dikarenakan porsinya lebih besar daripada nasi kucing. Selain itu, bahan yang digunakan juga dipastikan halal.\n\nDisampaikan Wirdhanto, pada Minggu (26/4) kemarin, telah dilakukan pertemuan antara pihak perwakilan warga Warakas dengan pihak yayasan 'Qahal Family'.\n\n"Menemukan kata sepakat dan menyudahi polemik di antara kedua belah pihak," ucap Wirdhanto.\n\nSelain itu, kedua belah pihak yakni perwakilan warga Warkas dan pihak yayasan juga membuat dan menandatangani surat kesepakatan bersama.\n\nDalam surat kesepakatan bersama yang diterima CNNIndonesia.com, ada tiga hal yang disepakati. Pertama, yayasan mengaku bersalah dan minta maaf terhadap warga Warakas atas kejadian pemberian nasi bungkus bertuliskan 'Nasi Anjing'.\n\nKedua, warga Warakas menyayangkan kejadian pembagian nasi bungkus oleh pihak yayasan yang tidak melalui koordinasi dengan pengurus RT/RW setempat. Namun, demi kepentingan umum, warga Warakas menerima permintaan maaf dari pihak yayasan.\n\n"Kedua belah pihak menganggap permasalahan ini telah selesai dan tidak ada tuntutan lainnya di kemudian hari, baik secara pidana ataupun perdata," demikian bunyi surat kesepakatan bersama itu.\n\nSebelumnya, warga Warakas, Tanjung Priok, Jakartw Utara menerima pemberian nasi bungkus bertuliskan 'Nasi Anjing'.\n\nNasi bungkus itu diketahui berlogo kepala anjing dan disertai tulisan 'Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting'.\n\nKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan warga yang mendapatkan makanan itu pun merasa dilecehkan dengan bungkusan nasi dengan tulisan tersebut.\n\nPara warga, kata Yusri, juga berasumsi bahwa isi makanan yang dibungkus itu pun adalah daging anjing yang diharamkan umat Islam.\n\n"Serta kenapa warga umat muslim yang diberikan makanan anjing," kata Yusri, Minggu (26/4) (*)\n\nArtikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul ?Polisi Setop Kasus 'Nasi Anjing' di Priok: Cuma Salah Paham?\n\nhttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20200427091341-12-497520/polisi-setop-kasus-nasi-anjing-di-priok-cuma-salah-paham