Kasus Narkotika, Polresta Samarinda Berhasil Amankan Seorang Pria Pengedar Sabu 

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat sekitar jika kediaman pelaku kerap dijadikan tempat transaksi narkotika sabu ini

Kasus Narkotika, Polresta Samarinda Berhasil Amankan Seorang Pria Pengedar Sabu 
Muhammad Nur saat diamankan pihak kepolisian beserta barang bukti narkotika dari tangannya sebagai barang bukti/IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda kembali mengamankan seorang pengedar sabu pada Selasa (25/8/2020) lalu sekitar pukul 21.15 WITA di Jalan Teratai Blok E Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang.

Pelaku tersebut bernama Muhammad Nur (34) yang merupakan seorang pengangguran dan terakhir berprofesi sebagai kurir sabu dengan upah Rp1 juta sekali antar. 

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat sekitar jika kediaman pelaku kerap dijadikan tempat transaksi narkotika sabu ini.

Atas laporan tersebut aparat kepolisian pun segera melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Melihat target sasarannya, polisi dengan cepat mengumpulkan bukti dan segera melakukan penindakan.

Setelah diamankan, polisi pun segera melakukan penggeledahan dan mendapati satu buah dompet warna coklat berisi 2 poket sabu seberat 47,16 gram bruto, enam bandel plastik klip, satu timbangan digital, empat sendok penakar dan satu buah kapsul plastik ditemukan didalam lemari kamar milik pelaku.

"Dia ini pengedar eceran sekaligus kurir, yang jelas ini masih kami dalami lagi dari kasusnya," uangkap Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda, Iptu Abdillah Dalimunthe saat dikonfirmasi Rabu (26/8/2020) sore tadi.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti seperti dua unit handphone yang ditemukan di atas speker dalam kamar. Lebih lanjut dijelaskannya, dari pengakuan pelaku ia  sudah ketiga kalinya melakoni pekerjaan haramnya tersebut.

"Kalau mau ambil barang ini dia lewat telepon yang nomornya tidak dikenal, jadi ambilnya di tempat yang disuruh. Sama juga kalau dia mau antar ke orang," terangnya.

"Dan dia juga mengaku kalau sekali antar itu biasanya diberikan upah Rp 1 juta," sambungnya.

Terkait dengan jaringan pelaku tersebut, pihaknya masih melakukan pengembangan dan pendalaman. 

"Kalau masuk jaringan itu pasti, termasuk dengan asal barangnya dan dimana saja dia edarkan apakah ada keluar lita atau di Samarinda saja," pungkasnya. (*)