Kasus Covid-19 dengan Jumlah Besar Terjadi di Kudus, Dinkes Samarinda Imbau Kewaspadaan Terus Ditingkatkan

Melandainya kasus di Samarinda, menurut Ismed juga sebagai imbas melandainya kasus Covid-19 yang terjadi di Kaltim.

Kasus Covid-19 dengan Jumlah Besar Terjadi di Kudus, Dinkes Samarinda Imbau Kewaspadaan Terus Ditingkatkan
Ismed Kusasih, Kepala Dinas Kesehatan Samarinda

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Tiga pekan pasca Idulfitri 1442 hijriah, kasus Covid-19 di Samarinda masih melandai.

Seperti terlihat pada update kasus per Minggu (6/6/2021). Tambahan kasus terkonfirmasi baru hanya naik 9 kasus, sementara pasien sembuh lebih tinggi sedikit yakni 11 orang.

Hingga saat ini masih ada 125 orang pasien Covid-19, baik yang menjalani perawatan di pusat karantina maupun isolasi mandiri.

"Apa yang dilakukan oleh satgas Covid-19 Samarinda terutama penegakkan prokes yang terus menerus dan disiplin jadi salah satu kunci melandainya kasus Covid-19," kata Ismed Kusasih, Kepala Dinkes Samarinda, Minggu (6/6/2021).

Melandainya kasus di Samarinda, menurut Ismed juga sebagai imbas melandainya kasus Covid-19 yang terjadi di Kaltim.

"Memasuki minggu ke-3 pasca lebaran, semoga terus melandai. Karena Kaltim tetap aman dan melandai maka ini juga sangat membantu Samarinda," sambungnya.

Meski begitu, kewaspadaan masih perlu ditingkatkan. Pasalnya penularan Covid-19 masih saja terjadi setiap harinya.

Terlebih meledaknya kasus konfirmasi baru dengan jumlah besar terjadi di Kudus, Jawa Tengah.

Monitoring kasus serta antisipasi pergerakan warga dari kabupaten tersebut terus dilakukan.

"Tetap kita melakukan monitoring dan antisipatif," jelasnya.

Antisipasi lainnya, jika terjadi lonjakan kasus di Kota Tepian, pihaknya masih mensiagakan pusat karantina dan rumah sakit, terkait ketersediaan tempat tidur isolasi.

Ismed menegaskan, dari 183 tempat tidur yang disiapkan pihaknya di puskar dan RS, saat ini hanya 41 yang terisi.

"Ratio kecukupan tempat tidur puskar dan RS sangat aman, yakni 22,4 persen," pungkasnya. (*)