Kapal Muatan Logistik Terancam Berhenti Beroperasi, Anggota DPRD Kaltim Beri Tanggapan

Kapal Muatan Logistik Terancam Berhenti Beroperasi, Anggota DPRD Kaltim Beri Tanggapan
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Gelombang penolakan aktivitas kedatangan kapal jenis roro di pelabuhan Samarinda yang biasa membawa penumpang dari pelabuhan Pare-Pare Sulawesi Selatan kian hari kian gencar.\n\nOleh sebab itu, pemerintah kota (Pemkot) Samarinda melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, meminta operator kapal agar membatasi muatan kapal hanya untuk pelayaran stok pangan atau bahan logistik.\n\nKendati kondisi ini seperti yang diinginkan masyarakat Kota Tepian, namun bukan berarti tak ada konsekuen di dalamnya. Krisis bahan pangan bisa menjadi mimpi buruk jika pemerintah tak sigap bertindak lantaran kapal muatan ini dikabarkan akan berhenti beroperasi lantaran biaya operasional tak dapat ditutupi hanya dari muatan logistik.\n\nDiperkirakan, hasil mengangkut bahan logistik dalam sekali berlayar hanya mencapai sekitar Rp 40 juta saja. Sedangkan untuk bahan bakarnya saja sudah mencapai Rp180 juta untuk pulang pergi.\n\nMenanggapi hal tersebut anggota komisi II DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, berharap ada solusi konkret antara pemerintah, pihak jasa pelabuhan dan operator kapal, agar dapat meminimalisir kerugian dari salah satu pihak.\n\n"Mungkin bisa di cari solusinya antara operator kapal, pihak pelabuhan, dan pemerintah. Karena dilema juga kalau hanya mengangkut bahan pangan operator kapal mungkin tidak dapat menutup biaya operasionalnya, mungkin ada solusi yang lebih baik yang tidak merugikan kita semua," ujar Reza saat dihubungi Diksi.co via chat whatsapp, Minggu (12/4/2020).\n\nPolitisi Gerindra ini menilai kondisi saat ini cukup sulit untuk dikendalikan, maka apapun kebijakan yang pemerintah ambil seyogyanya harus dapat terencana baik untuk langkah antisipasi maupun dampak efek domino yang akan terjadi atas kebijakan tersebut.\n\n"Di samping mengutamakan aspek kesehatan yang ada di daerah, di samping itu kita juga memerlukan bahan pangan dan logistik dari luar daerah, maka harus benar-benar dipikirkan semuanya," ucapnya. (advertorial)\n\n