Kabut Asap di Berau, Kepala BMKG Sebut Jarak Pandang Menurun

Kabut Asap di Berau, Kepala BMKG Sebut Jarak Pandang Menurun
Kabut Asap di Berau, Kepala BMKG Sebut Jarak Pandang Menurun
RUBRIK.ID - Kabut asap mulai selimuti beberapa wilayah di Kabupaten Berau beberapa hari terakhir ini.\n\nKondisi berkabut ini bahkan bisa dilihat kasat mata.\n\nAdanya kabut asap ini juga dibenarkan Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Berau, Tekad Sumardi.\n\nDisebutnya, wilayah Berau hingga hari Senin (12/8/2019) ini diselimuti oleh kabut asap.\n\n?Kabut asap ini sudah terjadi sejak minggu lalu. Jarak pandang menurun karena kabut asap,? kata Tekad Sumardi.\n\nSumardi mengungkapkan, saat ini jarak pandang sekitar 5 sampai 7 kilometer.\n\n?Tapi jarak pandang ini belum menganggu aktivitas penerbangan. Dengan catatan, ketebalan akabut asap ini tidak meningkat,? jelasnya.\n\nMeski demikian, Tekad Sumardi, kabut asap ini dapat mempengaruhi kesehatan masyrakat, terutama yang beraktifitas di luar rumah.\n\n?Memang tidak berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan. Tapi sangat berpengaruh terhadap isu nasional, termasuk dampak kesehatan kepada masyarakat,? imbuhnya.\n\nSumardi juga mengungkapkan, kabut asap terparah terjadi di Kecamatan Teluk Bayur yakni di Kampung Labanan dan di Kecamatan Kelay.\n\n?Terparah memang ada di bagian barat Kabupaten Berau,? ungkapnya.\n\nKabut asap ini juga diperparah oleh asap kiriman dari wilayah selatan. Karena sepanjang bulan Agustus 2019 ini, kata Sumardi, angin bertiup dari selatan ke utara.\n\n?Ada juga asap kiriman dari daerah selatan, dari Samarinda dan sekitarnya. Angin selatan ini membawa asap ke utara, untuk bagian utara (kabut asapanya) malah sedikit,? paparnya.\n\nSementara, titik panas yang terpantau oleh satelit BMKG, menurut Sumardi mecapai 40 persen dari luas wilayah Berau. Titik panas ini selain disebabkan oleh musim kemarau, juga disebabkan banyaknya lahan yang terbakar.\n\nKarena itu, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan, untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan mengatasi kebakaran lahan.\n\n?Karena kabut asap ini mayoritas berasal dari kebakaran lahan,? tandasnya. (*)