Jutaan Pekerja di PHK, Dana JHT BPJS Kesehatan dapat Dicairkan

Jutaan Pekerja di PHK, Dana JHT BPJS Kesehatan dapat Dicairkan
RUBRIK.ID - Berita nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dalam BPJS Kesehatan.\n\nVirus Corona atau Covid-19 kini menjadi penyebab fenomena Pemutusan Hubungan kerja (PHK) dan merumahkan karyawan.\n\nBanyak pekerja yang tak mendapat pesangon ketika diberhentikan dari pekerjaannya, berbondong-bondong mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\n\nMenurut BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan pencairan BP Jamsostek akan kembali meningkat bila pandemi virus corona tidak segera diatasi.\n\nArtinya, jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja akan semakin bertambah.\n\nLalu bagaimana cara mencairkan dana JHT? Berikut caranya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Rabu (3/6/2020).\n\nDana JHT yang dapat dicairkan sebesar 100% dari dana JHT yang telah terkumpul.\n\nPencairan dana JHT sebesar 100% ini diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. P\n\neraturan revisi itu terbit Agustus 2015 dan berlaku mulai 1 September 2015.\n\nSebelumnya, peraturan yang berlaku, pencairan hanya bisa dilakukan setelah lima tahun setelah peserta mengundurkan diri.\n\nPencairan dana BPJS ketenagakerjaan sebenarnya sangat mudah. Sebab pelayanan di BPJS Ketenagakerjaan saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya.\n\nLayaknya Anda memasuki lembaga keuangan perbankan yang ramah dan cepat. Proses pencairan akan mudah jika semua syarat terpenuhi.\n\nJika Anda berencana mencairkan dana JHT 100% di BPJS ketenagakerjaan, pelajari sejumlah tips berikut.\n\nSiapa yang bisa mencairkan dana JHT 100%\n\nDana JHT bisa dicairkan 100% oleh peserta yang berhenti bekerja, terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja yang sudah mencapai usia 56 tahun atau masuk usia pensiun, meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri, pekerja yang mengalami cacat tetap, dan pekerja yang meninggal dunia.\n\nProses pencairan JHT bagi pekerja yang mengundurkan diri dilakukan setelah melewati masa tunggu selama satu bulan setelah tanggal pengunduran diri.\n\nSedangkan pencairan dana pekerja yang meninggal dunia dilakukan oleh ahli waris seperti istri atau anak kandung pekerja.\n\nKadang ada saja peserta yang mengaku belum bekerja lagi, meskipun sebenarnya telah diterima bekerja di perusahaan baru.\n\nSehingga mereka bisa mencairkan dananya seratus persen.\n\nSaat ini dana JHT juga bisa dicairkan sebesar 10% hingga 30% oleh karyawan yang masih bekerja dan telah memasuki masa kepesertaan di BPJS ketenagakerjaan selama 10 tahun.\n\nSayangnya hanya sebagian kecil saja peserta yang memanfaatkan fasilitas ini.\n\nCheck data diri\n\nLangkah pertama yang harus dilakukan ialah mengecek data diri Anda di BPJS Ketenagakerjaan.\n\nIni bisa dilihat dari kartu peserta Jamsostek.\n\nJika nama lengkap Anda dan tanggal kelahiran Anda di kartu peserta Jamsostek sama dengan dokumen kependudukan lain, seperti Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), berarti data diri Anda yang tercantum di BPJS Ketenagakerjaan telah sesuai dengan kata kependudukan lainnya.\n\nCara kedua, mengecek data Anda melalui situs BPJS Ketenagakerjaan di bpjsketenagakerjaan.go.id. Lakukanlah registrasi untuk melihat saldo dana JHT Anda.\n\nJika registrasi selalu gagal, ini pertanda data tentang Anda di BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan data pribadi yang selama ini Anda gunakan.\n\nJika data Anda berbeda, datanglah ke BPJS Ketenagakerjaan tempat perusahaan melakukan registrasi. Di sana Anda meminta formulir perbaikan data kepada petugas BPJS Ketenagakerjaan.\n\nSampaikan maksud Anda untuk memperbaiki data dan meminta petugas front desk untuk mengecek data yang tertera di BPJS Ketenagakerjaan.\n\nSaat itulah Anda langsung meminta datanya diperbaiki.\n\nDi formulir perbaikan data itu, akan tertera data pribadi yang salah dan data pribadi yang benar berdasarkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) terbaru.\n\nBawalah formulir perbaikan data itu ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan mintakan tandatangan kepala SDM dan stempel pengesahan perusahaan.\n\nBawalah dokumen perbaikan data ini saat mengklaim dana JHT dengan customer service BPJS Ketenagakerjaan.\n\nJika KTP Elektronik Belum Dicetak\n\nSaat ini tidak semua pemohon KTP elektronik telah mendapatkan kartu. Masih banyak pemohon KTP elektronik menuggu kartunya dicetak di kelurahan atau di kecamatan.\n\nJika Anda sudah mengajukan KTP elektronik namun belum mendaptkan kartunya, mintalah surat keterangan dari kelurahan bahwa Anda sedang dalam proses pengajuan KTP elektronik.\n\nJangan lupa, mintalah surat tersebut berlogo suku dinas kependudukan kabupaten atau kotamadya tempat Anda tinggal. Soal kop s urat ini, petugas kelurahan biasanya sudah mengerti.\n\nYang jelas di surat keterangan itu, berisi identitas lengkap Anda yang akan tertera di KTP elektronik disertai keterangan penggunaan surat keterangan ini antara lain untuk BPJS.\n\nPersyaratan dokumen\n\nPara pekerja yang ingin mengambil manfaat kerena mengundurkan diri harus melampirkan persyaratan asli kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan, surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan tempat peserta bekerja, surat dari perusahaan kepada suku dinas tenaga kerja, fotocopy kartu tanda penduduk dan kartu keluarga yang masih berlaku.\n\nSemua dokumen tersebut dibawa versi asli dan fotokopi. Dokumen lainnya ialah buku tabungan asli dan fotocopy.\n\nPekerja yang di-PHK, persyaratan yang dibutuhkan adalah kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan, bukti persetujuan bersama yang telah didaftarkan di pengadilan hubungan industrial atau penetapan pengadilan hubungan industrial, fotokopi kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga yang masih berlaku.\n\nSedangkan bagi pekerja yang akan mengambil manfaat JHT dengan alasan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya dibayarkan secara tunai dan sekaligus dengan melampirkan persyaratan surat pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia, fotokopi paspor dan fotokopi visa bagi tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI).\n\nBisa di semua kantor BPJS Ketenagakerjaan\n\nUntuk mencairkan dana JHT anda bisa datang ke semua kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Di Jakarta, misalnya, ada 17 kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.\n\nAnda bisa check kantor cabang terdekat di bpjsketenagakerjaan.go.id.\n\nJika Anda di Jakarta selatan Anda bisa mengklaim di BPJS Ketenagakerjaan cabang Cilandak, Menara Jamsostek, atau di Dipo Tower.\n\nSebaiknya datang lebih pagi sebelum jam 9.00 WIB. Sebab beberapa kantor membatasi nomor antrean hanya sampai 80 atau sampai 12.00 WIB.\n\nSelebihnya akan melayani peserta JHT yang mengklaim secara online.\n\nNamun di BPJS Ketenagakerjaan di Menara Jamsostek menerima klaim manual maupun online.\n\nDi sini bisa menerima klaim online dan manual dalam satu waktu.\n\nBisa klaim melalui online\n\nKlaim secara online bisa dilakukan dengan mendaftarkan data Anda di alamat ini https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs.\n\nSetelah itu, ikuti petunjuk di situs tersebut. Beberapa dokumen harus Anda masukkan (upload) sesuai petunjuk di situs tersebut.\n\nJadi sebelum mengklaim,, anda harus menscan dokumen asli yang dibutuhkan dan menyimpannya di laptop atau di flash disk lebih dahulu.\n\nDokumen yang di-upload sama dengan dokumen yang harus Anda siapkan saat mengklaim secara langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan.\n\nYaitu: e-KTP (atau surat keterangan sedang membuat KTP elektronik), kartu keluarga, kartu peserta jamsostek, buku tabungan atas nama Anda sendiri, surat keterangan kerja dari perusahaan/parklaring, dan surat pemberitahuan dari perusahaan ke Suku Dinas Tenaga Kerja Kota/Provinsi.\n\nDokumen yang diupload ke situs BPJS Ketenagakerjaan ialah dokumen asli, sedangkan dokumen fotokopi akan serahkan saat Anda bertemu dengan customer service BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus menunjukkan dokumen aslinya.\n\nSetelah dokumen Anda bisa diupload dan proses pendaftaran selesai, anda akan diminta datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk proses klaim terakhir sambil membawa dokumen asli dan fotokopi yang sebelumnya telah Anda upload di situs BPJS ketenagakerjaan.\n\nKadang proses pendaftaran online tidak lancer seperti yang diharapkan. Ada saja gangguannya. Seperti dokumen tidak bisa diupload, atau data Anda tidak singkron antara data yang Anda miliki dengan data identitas Anda yang ada di BPJS Ketenagakerjaan sehingga Anda gagal mendaftar.\n\nJika Anda gagal mengupload, sebaiknya anda datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.\n\nJika diminta mendaftar online sampaikan saja Anda sudah mendaftar namun gagal karena ada dokumen yang harus diperbaiki.\n\nSelamat mengklaim dana JHT Anda. Jika klaim Anda diterima dan sudah diproses, dana JHT akan cair dan masuk ke dalam rekening Anda dalam waktu sekitar lima hari kerja hingga maksimal 10 hari sejak klaim Anda dinyatakan diproses di customer service BPJS Ketenagakerjaan.\n\nWakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Shinta W Khamdani mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekira 6 juta orang yang kehilangan pekerjaannya.\n\nAngka tersebut semakin melonjak tinggi di tengah lesunya perekonomian.\n\n"Menurut data yang kami dapat dari asosiasi, sudah ada 6 juta orang yang dirumahkan atau di PHK," ujarnya seperti dikutip Okezone.\n\nDirinya membeberkan, beberapa industri yang terjangkit virus tersebut.\n\nContohnya, mulai dari perhotelan, restoran, industri tekstil, hingga transportasi.\n\n"Jadi dari tekstil sudah mencapai 2,1 juta orang, dari perhotelan dan restoran 1,4 juta orang, transportasi darat 1,4 juta orang, ritel sekitar 400 ribu orang, dan lain sebagainya," jelas Shinta. (*)\n\n \n\nArtikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul "Marak PHK, Berikut Cara Cairkan Dana JHT di BPJS Ketenagakerjaan"