Jalan Bekas Galian Pipa PDAM Tidak Rapi, Anggota DPRD Bontang Minta PUPR Perbaiki

Jalan Bekas Galian Pipa PDAM Tidak Rapi, Anggota DPRD Bontang Minta PUPR Perbaiki
RUBRIK.ID, BONTANG - Sepanjang jalan Letjen S. Parman, jalan Brigjen Katamso hingga jalan MT Haryono kota Bontang hingga kini masih terlihat memprihatinkan.\n\nBagaimana tidak, jalan protokol yang sehari-hari dilewati oleh masyarakat publik sedikit mengganggu dengan hasil proyek bekas galian pipa PDAM.\n\nTak satu dua orang warga yang mengeluhkan jalan yang dulunya aspal, digali kemudian hanya ditutup kembali dengan semenisasi. Hal ini membuat jalan agak sedikit bergelombang.\n\n"Gimana ya gak rapi terus cuma di cor aja bukan di aspal, bisa rusak lagi itu, tunggu waktu aja lagi," ujar salah satu warga pengguna jalan, Rabu (28/2/2020).\n\nBeberapa orang pengendara sepeda motor bahkan pernah mengalami limbung dan sempat oleng saat berkendara di jalur semen tersebut. Jalan yang tidak rata membuat pengendara sepeda motor itu harus ekstra hati-hati ketika berkendara.\n\n"Kalau saya sih tidak pernah sampai mau jatuh, limbung sedikit adalah kan gak rata, cuma ya itu kalau kondisi laju, jalan basah kena hujan bisa aja orang jatuh," lanjutnya.\n\nAnggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad turut menanggapi persoalan ini. Dalam dua bulan terakhir pihaknya telah beberapa kali menegur pemerintah yang menangani pekerjaan jalan itu.\n\n"Itu sudah kami panggil dua kali dinas PUPR, katanya akan ada perbaikan bekas penggalian pipa itu untuk anggaran APBD tahun 2020 ini," katanya.\n\nAbdul menuturkan, secara pribadi maupun anggota komisi III yang lain tidak setuju dengan itu. Menurutnya, tanggung jawab sepenuhnya ada di pihak pekerja yang mana dalam hal dianggap lalai terhadap pengawasan, kemudian dari pihak kontraktor juga kurang ada tanggung jawab terkait pekerjaan yang dilakukan.\n\n"Ini jalan baik, dirusak, tidak dipulihkan kembali, nah ini menjadi salah satu sorotan kami," tuturnya.\n\nLebih lanjut, Abdul meminta kepada dinas PUPR untuk bisa segera memperbaiki jalan protokol tersebut, terutama sepanjang jalan Letjen S. Parman, jalan Bhayangkara hingga jalan MT Haryono. Melihat respon dari masyarakat yang kurang baik, tentu menjadi perhatian tersendiri bagi politisi partai Hanura itu.\n\n"Kalau dilihat kan banyak korban yang jatuh dari kendaraan. Inilah yang seharusnya kenapa perencanaan jalam itu tidak diutamakan sementara pekerjaan daerah perumahan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang, walaupun sudah diserahkan pengembang ke pemerintah, sebenarnya pemerataan boleh, cuma yang urgent harus diutamakan karena itu menjadi salah satu keindahan kota," tutupnya. (advertorial) \n\n