Jadi Ketua Komisi IV, Rusman Yakub Bakal Susun Rencana Kerja untuk Urusi Pendidikan

Jadi Ketua Komisi IV, Rusman Yakub Bakal Susun Rencana Kerja untuk Urusi Pendidikan
Jadi Ketua Komisi IV, Rusman Yakub Bakal Susun Rencana Kerja untuk Urusi Pendidikan
RUBRIK.ID, SAMARINDA ? Rusman Yakub, Ketua Komisi IV DPRD yang baru saja terpilih agendakan beberapa hal untuk pengembangan pendidikan di Kaltim.\n\nDiketahui, Komisi IV adalah Komisi yang membidangi persoalan pendidikan di Kaltim.\nUntuk urusan pendidikan itu, dalam waktu depan Rusman Yakub sampaikan dirinya akan melakukan penyusunan rencana kerja.\n\n"Rencananya di akhir Oktober ini kami mulai menjadwalkan, selama satu minggu untuk menyusun rencana kerja triwulan ketiga," ujar Rusman, Minggu (27/10/2019).\n\nRusman mengungkapkan, dalam penyusunan itu, setidaknya akan terdapat beberapa prioritas yang masuk dalam program kerja yang akan disusun.\n\nPertama yaitu soal pendidikan, dimulai dengan mendorong revisi, terhadap peraturan daerah untuk pengelolaan pendidikan.\n\n"Kita memprioritaskan beberapa hal, yaitu untuk membuat rencana induk pengembangan pariwisata di Kaltim. Kemudian yang lainnya, meliputi masalah sosial yang berkembang di masyarakat," kata Rusman.\n\n\n\nLebih lanjut, ia sampaikan ada sekitar 20 persen minimal anggaran pendidikan tidak sesuai, dan ia menyebut hal itu dilatarbelakangi oleh fungsi pendidikan yang berada di instansi lain, akibat turut masuk dalam akumulasi anggaran pendidikan tersebut.\n\n"Kan selama ini dihitung semua, terutama tentang fungsi pendidikan yang ada di PU dan instansi-instansi lain. Dan itu tidak terkait dengan urusan pendidikan, yang masuk juga dalam akumulasi dari anggaran pendidikan 20 persen," kata Rusman.\n\nPihaknya mengaku akan melakukan evaluasi, yang nantinya selain bertujuan untuk melakukan efisiensi terhadap rencana pembangunan sekolah baru, juga dapat melihat apakah prodi yang diajarkan saat ini sudah sesuai dengan industri yang ada.\n\n"Kami akan melihat apakah prodi yang diajarkan sekolah di Kaltim saat ini, sudah sesuai dan masih relevan dengan dunia industri atau tidak,? katanya. (advertorial)