Ini Imbauan Gubernur Kaltim Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Dalam rapat tersebut, Isran Noor, Gubernur Kaltim, akan membuat edaran mengimbau warga Kaltim, untuk tidak melakukan mudik pada libur natal nanti.

Ini Imbauan Gubernur Kaltim Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Isran Noor, Gubernur Kaltim/ IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Memasuki bulan Desember 2020, Pemprov Kaltim lakukan persiapan dini jelang libur panjang natal dan tahun baru.

Mencegah ancaman terjadinya kasus Covid-19 meningkat pasca liburan, Pemprov Kaltim mengeluarkan imbauan agar tidak mudik, dan membatasi perayaan pergantian tahun.

Hal tersebut dibahas dalam rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kalimantan Timur, terkait pengamanan dan penegakan protokol kesehatan libur natal dan tahun baru 2021.

Dalam rapat tersebut, Isran Noor, Gubernur Kaltim, akan membuat edaran mengimbau warga Kaltim, untuk tidak melakukan mudik pada libur natal nanti.

Hal tersebut dilandasi kerap terjadinya peningkatan kasus Covid-19 usai libur panjang dan cuti bersama.

"Jadi begitulah (mudik dilarang). Kita punya pengalaman, dua kali libur panjang dua kali kasus Covid-19 meningkat. Ini kan lebih lama lagi liburnya," kata Isran, Rabu (2/12/2020).

Meski hanya berupa imbauan, Isran berharap adanya kesadaran masyarakat agar sama-sama menekan kasus Covid-19 di Bumi Mulawarman.

"Mudah-mudahan ada kesadaran dari masyarakat," sambungnya.

Selain itu, untuk perayaan pergantian tahun yang kerap digelar meriah, Isran berharap dilakukan tidak dalam jumlah yang banyak, dan mematuhi protokol kesehatan.

Salah satunya yang kerap terjadi di Tepian Mahakam, Samarinda.

Setiap tahunnya, di lokasi tersebut terjadi tumpukan orang merayakan pergantian tahun.

"Rame-rame di tepian itu bukan perayaan natal dan tahun baru, jadi dilarang," tegasnya.

Pemprov Kaltim bersama aparat akan menyiapkan tim petugas, guna menasehati bahkan membubarkan, bila masih ada warga yang merayakan pergantian tahun dengan mengumpulkan orang banyak.

"Gak perlu lah hura-hura di malam tahun baru, menghabisi baterai aja itu. Buang-buang duit beli yang meledak-ledak itu (kembang api)," pungkasnya. (*)