Imbauan Social Distancing Mulai Tak Digubris, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Beri Tanggapan

Imbauan Social Distancing Mulai Tak Digubris, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Beri Tanggapan
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Memasuki masa puncak penyebaran coronavirus disease (Covid-19) di Kalimantan Timur, imbauan pemerintah daerah mengenai social distancing justru terlihat tak lagi digubris oleh masyarakat.\n\nKhususnya di Kota Samarinda, di akhir pekan justru jalanan ramai kendaraan hilir mudik. Begitu pula tempat-tempat umum terpantau ramai kembali.\n\nMenanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim  Ely Hartati Rasyid menilai, apa yang saat ini tengah terjadi, tidak bisa dilihat dari satu sisi. Lantaran banyak pula masyarakat yang tentunya masih menerapkan imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah.\n\n"Keadaan juga harus dilihat dari sisi lain. Pemerintah merilis angka konsumsi rumah tangga, padahal seharusnya menjelang lebaran justru saat ini menurun. Bisa jadi ini adalah indikator dari banyaknya juga masyarakat yang menjalankan imbauan pemerintah," ujar Ely--sapaannya saat dihubungi Diksi.co via telepon seluler, Minggu (20/5/2020).\n\nYang menjadi masalah utama kenapa masyarakat terkesan tak lagi memperdulikan imbauan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona adalah masih belum terjaminnya kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.\n\n"Tapi masalahnya ini yang belum ter-cover sepenuhnya adalah masyarakat sektor menengah ke bawah. Apakah mereka di rumah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.\n\nMeski begitu langkah pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota saat ini perlahan dapat dirasakan masyarakat dengan adanya bantuan langsung kepada masyarakat terdampak Covid-19.\n\n"Sekarang pemerintah banyak model bantuan, DTKH, BPNPT, BLT, Bantuan Provinsi, ada sembako dari kabupaten kota. Semua tentu butuh waktu untuk bisa tersalurkan kepada masyarakat," ucapnya.\n\n"Anggaran ini harus benar-benar tervalidasi dan terverifikasi dengan baik agar tidak menjadi temuan di kemudian hari, karena ancaman korupsi anggaran Covid-19 ini mengerikan, hukuman seumur hidup hingga hukuman mati," tambahnya.\n\nEly pun berpesan agar dalam masa puncak pandemi ini hendaknya seluruh lapisan masyarakat dapat disiplin menjalankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.\n\n"Kuncinya itu disiplin, kita ini disiplinnya memang masih kurang. Pertama kita tidak terbiasa mendengar imbauan pemerintah, menjalankan imbauan pemerintah sekadarnya. Kalau sekarang kita bisa gotong royong melawan keadaan ini tentu suatu saat insyaallah kita bisa jadi negara besar," tutupnya. (advertorial)\n\n[caption id="attachment_10620" align="alignnone" width="1000"]Logo DPRD Kaltim. Logo DPRD Kaltim.[/caption]