Imbas Pembangunan Kilang di Bontang Terancam Batal, Pemkot Dinilai Kurang Serius

Imbas Pembangunan Kilang di Bontang Terancam Batal, Pemkot Dinilai Kurang Serius
RUBRIK.ID, BONTANG - Kota Bontang harus menerima pil pahit setelah mendengar kabar baru-baru ini bahwa pembangunan kilang yang direncanakan oleh PT Pertamina, dialihkan ke daerah lain.\n\nHal itu mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang atau BW yang menilai pemerintah kota Bontang kurang serius dalam mengawal pembangunan kilang di Bontang.\n\n"Saya menganggap pemerintah kurang serius, kalau memang serius tidak mungkin akan terjadi seperti ini, meyakinkan pusat itu bukan pekerjaan mudah," ungkapnya.\n\nBW juga menambahkan, sejak 2 tahun lalu komisi II DPRD Bontang memberikan testimoni kepada masyarakat terkait pembangunan kilang di Bontang. Namun menurutnya, beberapa rentetan peristiwa yang terjadi setelah itu membuat pemerintah tidak fokus dalam mengawal.\n\n"Makanya harus dibangunkan jajaran pemerintah ini untuk lebih intens membangun komunikasi. Kalau perlu seluruh komponen masyarakat dilibatkan, bahwa semua ingin kilang itu tidak keluar dari Bontang, kalau bisa libatkan masyarakat di Kaltim, karena kilang ini nama baik Kaltim juga, disinilah dipertaruhkan nama baik pemerintah kota Bontang," terangnya.\n\nDisamping itu, BW berharap kepada masyarakat kota Bontang untuk bisa bersama mengawal pembangunan kilang tersebut dengan menjaga kondusifitas dan tidak membuat kegaduhan yang bisa berakibat pada investor tidak akan tertarik untuk berinvestasi.\n\nLebih lanjut, jika benar kilang gagal dibangun di Bontang, BW sebut kesempatan lahirnya ekonomi baru di kota Bontang akan tertutup, begitu pula dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang hilang.\n\n"Karena dengan berjalannya proses maka lahirlah PAD, kalau prosesnya saja tidak jalan bagaimana bisa mendapatkan PAD," tuturnya.\n\nDikutip dari Sindonews.com, PT Pertamina membatalkan rencana pembangunan kilang baru yang disebut New Grass Root Refinery (NGRR) di kota Bontang, Kalimantan Timur. Sebagai gantinya, Pertamina mengkaji lokasi pembangunan ke Kuala Tanjung, Sumatera Utara atau ke Arun di Nangroe Aceh Darussalam.\n\nTerdapat sejumlah alasan pertimbangan pihak Pertamina membatalkan pembangunan itu, diantaranya terkait ketersediaan lahan dan lebih dekat dengan pasar internasional.\n\nSelain itu, penyebab lain karena adanya perubahan mitra strategis perusahaan asal Oman, yakni Overseas Oil and Gas LLC (OOG).\n\nSebagai gantinya, dua investor asal Uni Emirat Arab menjadi kandidat kuat, yakni Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan Mubadala. (advertorial)\n\n[caption id="attachment_9739" align="alignnone" width="1280"] Logo DPRD Bontang[/caption]