Hotel Diduga Gunakan Trotoar Jalan untuk Parkir, DPRD Samarinda Nilai Ada Kelalaian Pemerintah

Hotel Diduga Gunakan Trotoar Jalan untuk Parkir, DPRD Samarinda Nilai Ada Kelalaian Pemerintah
Hotel Diduga Gunakan Trotoar Jalan untuk Parkir, DPRD Samarinda Nilai Ada Kelalaian Pemerintah
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Komisi III DPRD Samarinda gelar rapat hearing bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Senin (11/11/2019).\n\nRapat tersebut sebagai tindak lanjut inspeksi mendadak (Sidak) yang dilaksanakan Komisi III DPRD ke sejumlah hotel di Samarinda, Jumat (8/11/2019) lalu.\n\nDiketahui ada 3 hotel yang didatangi karena gunakan akses jalan trotoar.  Akses trotoar itu digunakan karena kurangnya lahan parkir di hotel tersebut.\n\nPertama, 2 hotel yang berada bersamaan di kawasan jalan Mulawarman, kemudian hotel lainnya berada di kawasan jalan Merak Samarinda.\n\nKomisi III mengundang ketiga dinas tersebut dalam rapat karena memiliki keterkaitan dalam permasahalan hotel yang menggunakan fasilitas publik.\n\n?Ini tindak lanjut sidak kemarin, ada 3 hotel yang menggunakan fasilitas publik untuk fasiltas hotel. Maka dari itu kami undang Dishub karena dia berkaitan dengan sepanjang jalan, kemudian PUPR yang berkaitan dengan pengawas pembangunan dan Dinas perizinan, semuanya itu berkaitan? kata Angkasa Jaya, Ketua Komisi 3 DPRD Samarinda saat ditemui awak media di Kantor DPRD Samarinda, Senin (11/11/2019).\n\nSelanjutnya Angkasa jaya, menilai bahwa ada kelalaian dari pemerintah.\n\nPasalnya ia anggap, pemerintah telah membiarkan akses jalan atau fasilitas umum untuk menjadi sebagai lahan parkir pihak hotel.\n\n?Ternyata yang kami sampaikan memang ada kelalaian dari pihak pemerintah, yang sebagai pengakuan, bahwa fasiltas umum kita yang dipakai hotel itu sebenarnya sifatnya sementara. Karena ada pengembangan luas bangunan untuk fasilitas hotel restoran. Tapi itu berlanjut, jadi ada semacam pembiaran oleh pihak pemerintah. Jadi ada kelemahan sisi kontrol. Itu kami catat, jelas itu pengakuan,? ungkapnya.\n\nSebelumnya salah satu hotel, telah membuat surat pernyataan kepada Pemkot Samarinda untuk membeli sejumlah lahan yang nantinya akan digunanakan sebagai lahan parkir.\n\nTetapi hingga kini belum ada juga dieksekusi oleh pihak hotel sehingga akses jalan umum menjadi sasaran sebagai tempat parkirnya.\n\nDPRD Samarinda akan mengadakan rapat hearing kembali. Kemudian, jika pihak hotel bersikap bandel akan dihadirkan juga dalam rapat tersebut.\n\n?Insya Allah minggu depan kami panggil kembali, kalau ternyata pihak investor bandel, kami akan panggil pihak bersangkutan melalui instansi terkait. Kami tidak akan pernah memanggil langsung. Misalnya siapa yang memberi perizinan kepada hotel terkait, kami minta perizinan tersebut yang memanggil dia untuk hearing di DPRD,? tutupnya. (*)