Hagia Sophia Sudah Sah Jadi Masjid, Mufti Agung Mesir Klaim Dilarang dalam Islam

Hagia Sophia Sudah Sah Jadi Masjid, Mufti Agung Mesir Klaim Dilarang dalam Islam
Interior Hagia Sophia di Istanbul, Turki (Shafaqna)

RUBRIK.ID - Berita Internasional disajikan RUBRIK.ID tentang Hagia Sophia sudah sah jadi Masjid, Mufti Agung Mesir klaim dilarang dalam Islam.

Jumat ini Hagia Sophia sudah sah menjadi Masjid, bersamaan dengan digelarnya Shalat Jumat di bangunan bersejarah Istanbul tersebut.

Kendati demikian, perubahan status Hagia Sophia menjadi Masjid rupanya dilarang dalam Islam.

Hal ini diungkapkan Mufti Agung Mesir, Shawky Allam.

Menurutnya pemerintah Turki tidak diizinkan untuk mengubah status Hagia Sophia menjadi Masjid.

Tempat ibadah seharusnya tetap sebagaimana statusnya saat ini.

Gereja maupun masjid harus dilestarikan di seluruh dunia seperti selama ini terjadi dalam sejarah Mesir.

Allam merujuk pada fatwa Laith bin Saad Fakih dari Mesir yang memerintahkan agar gereja diperlakukan sebagai bagian dari arsitektur bumi dalam Islam.

"Teks-teks Islam memberitahu kita bahwa kita merupakan pelindung dan pembela, dan karena itu harus sangat memperhatikan warisan budaya manusia," kata Allam dalam wawancara dalam pertunjukan Al Nathra yang ditayangkan channel Sada al-Balad di Mesir dan dikutip Al Araby.co.uk, 18 Juli 2020.

Klik Berita Terkait:

Setelah Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Gambar Maria dan Yesus Bukan Dihapus, Turki Janji Lestarikan

Demi Yakinkan Dunia, Presiden Turki Erdogan Bakal Undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia

Hagia Sophia Ditetapkan Kembali Menjadi Masjid Oleh Presiden Turki

Menurut Mufti Agung Mesir, para sahabat Nabi Muhammad telah cerdas dalam menerapkan hukum ketika mereka melakukan perjalanan ke Mesir, Levant, Irak, serta negara-negara yang menjadi rumah bagi peradaban Persia, Romawi, dan Firaun. Sphinx dan kuil-kuil dibiarkan untuk tidak dirusak.

Pernyataan Mufti Besar Mesir ini disampaikan beberapa hari setelah Turki mengatakan Hagia Sophia menjadi masjid dari status sebelumnya sebagai museum oleh UNESCO.

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan membuat keputusan ini tanpa terlebih dahulu membahasnya dengan UNESCO.

Hagia Sophia awalnya sebagai Gereja Katedral Kristen Ortodoks di masa kerajaan Bizantium.

Perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid sontak menuai protes dari masyarakat internasional termasuk tokoh agama dunia.

Presiden Erdogan menangkis kritikan itu dengan mengatakan perubahan status Hagia Sophia merupakan urusan dalam negeri dan kedaulatan Turki.

Jumat, 24 Juli 2020, untuk pertama kali umat Muslim diajak mengadakan Shalat Jumat pertama di Hagia Sophia.

(*)

Artikel ini bersumber dari tempo.co dengan judul "Mufti Agung Mesir: Hagia Sophia Jadi Masjid Dilarang dalam Islam",
https://dunia.tempo.co/read/1368543/mufti-agung-mesir-hagia-sophia-jadi-masjid-dilarang-dalam-islam/full&view=ok.
Editor : Maria Rita Hasugian