Hadiri Panen Padi Petani Makroman, Wali Kota Samarinda Sebut Akan Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Drainase yang Tak Memadai 

Dari penyampaian Kepala Dinas Pertanian Samarinda, Endang yang juga turut menghadiri prosesi panen, masih terdapat beberapa masalah yang dialami oleh petani.

Hadiri Panen Padi Petani Makroman, Wali Kota Samarinda Sebut Akan Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Drainase yang Tak Memadai 
Walikota Samarinda, Andi Harun saat bersama petani Makroman/IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Panen padi petani di Kelurahan Makroman, Sambutan dihadiri langsung oleh Walikota Samarinda Andi Harun, Kamis (4/3/2021) pagi tadi.

Luas sawah kelompok petani Bina Karya diketahui mencapai 130 hektar. Panen kali ini mencakup luasan sawah 60 hektar. Sementara 70 hektar lainnya menunggu waktu panen.

Dari penyampaian Kepala Dinas Pertanian Samarinda, Endang yang juga turut menghadiri prosesi panen, masih terdapat beberapa masalah yang dialami oleh petani.

"Petani mengeluhkan drainase yang tidak memadai sehingga tidak ada pembuangan air. RTRW kita sepertinya bermasalah sehingga berdampak dengan izin sawah," terang Endang. 

Masalah ini pun langsung mendapat respon Walikota Samarinda. Andi Harun mengatakan akan menerima keluhan tersebut dan akan menindaklanjuti. 

"Padi adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jadi, pemerintah kota akan melakukan upaya dalam meningkatkan produktifitas padi di Samarinda," kata Andi Harun. 

Salah satu solusi yang diungkapkan ialah pencanangan tiap tahun akan mencetak lahan sawah baru. Guna persiapkan itu, pemerintah kota akan melakukan pembahasan terkait RTRW. 

Terkait drainase, Andi Harun akan komunikasikan dengan Dinas PUPR. 

"Saya akan memberi arahan kepada Kepala Dinas Pertanian, Camat, dan Lurah untuk  membuat usulan perbaikan drainase. Jadi saya akan komunikasikan ke PUPR dalam waktu dekat," terang Andi. 

Selain itu, Andi Harun akan melakukan bantuan berupa alat pertanian dan bibit unggul yang dialokasikan pada APBD- Perubahan 2021. 

Dalam acara panen raya tersebut, Andi Harun diberikan hasil tani berupa beras lokal secara simbolis. (*)