Guru Besar Unpad Temukan Ramuan Pengobatan Virus Corona

Guru Besar Unpad Temukan Ramuan Pengobatan Virus Corona
RUBRIK.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, Jawa Barat memiliki pohon yang bisa menyembuhkan 100 pasien positif virus corona di Amerika dan Wuhan, China.\n\nIa menyampaikan, nama pohon obat tersebut adalah Kina, yang saat ini sedang dilakukan pengujian.\n\n"Ada berita baik dari Jawa Barat, menurut National Health Institute di Amerika dan Wuhan China itu ada 100 yang sembuh oleh obat yang bahasa lazimnya Kina," ujar Ridwan Kamil, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (12/3/2020).\n\n"Jadi pohon Kina ini ada di Jawa Barat dan sedang distudi, saya tugaskan universitas," jelasnya.\n\nRidwan Kamil berharap adanya pohon tersebut bisa menjadi obat herbal bagi pasien virus corona.\n\n"Mudah-mudahan berita baik ini sudah teruji di Wuhan 100 sembuh itu ternyata obat herbalnya ada di kita, Kina," katanya.\n\nIa menambahkan, pohon Kina juga diyakini bisa menyembuhkan penyakit malaria.\n\n"Diproduksi Kimia Farma, sebelumnya untuk mengobati malaria," ungkapnya.\n\n"Mudah-mudahan kita doakan bisa untuk mencegah penularan dan mematikan pertumbuhan Virus Corona," imbuh Ridwan Kamil.\n\nIlustrasi Petugas medis di Tiongkok bekerja di sebuah rumah sakit darurat di Wuhan, China, pada 17 Februari 2020. Wuhan adalah daerah terparah terpapar Virus Corona. Obat penyakit itu sebenarnya ada di Indonesia yakni Pohon Kina.\n\nPernyataan Ridwan Kamil didukung Guru Besar Universitas Pajajaran Bandung, Keri Lestari.\n\nGuru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), ini menuturkan bahwa Kloroquin fosfat yang terkandung dalam ekstrak kulit batang, cabang dan ranting pohon kina dianggap mampu mengobati virus corona.\n\nDalam studi in vitro baru-baru ini, klorokuin fosfat ditemukan dapat memblokir infeksi Covid-19 pada konsentrasi mikromolar rendah.\n\nStudi yang dilansir US National Library of Medicine National Institutes of Health menunjukkan setidaknya 100 pasien berhasil disembuhkan.\n\n?Klorokuin biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria dan berkhasiat sebagai agen anti-inflamasi untuk pengobatan rheumatoid arthritis dan lupus erythematosus,? tuturnya Keri saat dihubungi, Rabu (11/3/2020) malam.\n\nKeri mengatakan, pada 17 Februari 2020 lalu, Dewan Negara China menyatakan, klorokuin fosfat telah menunjukkan aktivitas yang nyata dengan tingkat keamanan yang dapat diterima dalam mengobati pneumonia pasien Covid-19, dalam uji klinis multisenter yang dilakukan di China.\n\n"Penelitian mengungkapkan bahwa klorokuin juga memiliki potensi aktivitas antivirus spektrum luas dengan meningkatkan pH endosom yang diperlukan untuk fusi virus atau sel, serta mengganggu glikosilasi reseptor seluler SARS-CoV," tambahnya.\n\nSelama ini, ucap Keri, klorokuin diproduksi di pabrik milik Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Namun sejak 2016, produksi ekstrak kina ini dipindah ke pabrik Kimia Farma di Banjaran, Kabupaten Bandung.\n\n"Beruntunglah Jawa Barat, punya kebun kina di Bandung. Akan sangat mungkin jika produksi obat yang dinyatakan ampuh melawan virus corona ini, kembali diproduksi di Jawa Barat," tuturnya.\n\nDengan peluang itu, sambung Keri, penelitian lanjutan tentang klorokuin fosfat atau ekstrak kina sebagai obat virus corona ini dilakukan kembali di Universitas Padjadjaran dan obatnya kembali diproduksi di Bandung.\n\n"Kalau mau dikembangkan kembali sangat bisa. Kami sudah berkomunikasi dengan Kimia Farma, mereka sudah pertimbangkan untuk produksi kembali," jelasnya.\n\nMendagri Beri Tips Jaga Imun Tubuh\n\nSebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengimbau masyarakat, agar tetap menjaga sistem imun tubuh, yakni dengan olahraga dan menjaga pola hidup yang sehat.\n\n"Tindakan preventif itu, terutama memperkuat daya tahan tubuh, itu yang penting, olahraga," ujar Tito, dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/3/2020).\n\nIa menyebut, virus berbahaya tak akan menjangkit dan berkembang di dalam tubuh, jika daya tubuh dalam kondisi yang kuat.\n\n"Karena virus itu yang paling utama ada di sistem daya tahan tubuh."\n\n"Kalau daya tubuh kuat, virus juga tidak bisa berkembang," jelas Tito.\n\nMantan Kapolri ini juga menyarankan masyarakat berjemur di pagi hari, untuk memperoleh kandungan vitamin D.\n\n"Kita semua belajar dari dulu, namanya matahari pagi itu banyak mengandung manfaat termasuk vitamin D dan lain-lain," katanya.\n\n"Hal ini menunjukkan bahwa di suhu-suhu tertentu yang panas, dia (virus) tidak bisa berkembang."\n\n"Nah keuntungan kita negara yang tropis seperti itu," jelas Tito.\n\nIa menambahkan, masyarakat diminta untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.\n\nMasyarakat bisa memilih makanan jenis sayuran dan buah, serta tak lupa mengonsumsi vitamin.\n\nTito Karnavian juga mengimbau, agar masyarakat Indonesia rajin untuk mencuci tangan dengan sabun.\n\nMenurutnya, metode penyebaran virus corona terutama disebabkan sentuhan langsung dengan penderita.\n\nJamu Disebut Tingkatkan Imunitas Tubuh\n\nMinuman jamu menjadi andalan beberapa orang untuk menangkal segala jenis penyakit.\n\nSering dijumpai jamu gendong, toko obat, dan toko jamu di sejumlah daerah di Indonesia.\n\nJamu beras kencur merupakan salah satu jamu yang sering kali ditemukan.\n\nJamu yang satu ini bermanfaat menghangatkan tubuh dan melancarkan sirkulasi darah.\n\nLalu, ada jamu yang terkenal memiliki rasa sangat pahit adalah jamu pahitan.\n\nJamu ini terdiri dari aneka daun pahit, seperti sambiloto atau brotowali, untuk mengurangi kadar racun di dalam tubuh. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di wartakota.tribunnews.com dengan judul "Pohon Kina Bisa Sembuhkan Pasien Positif Virus Corona, Begini Penjelasan dari Profesor Unpad"\n\nhttps://wartakota.tribunnews.com/2020/03/12/pohon-kina-bisa-sembuhkan-pasien-positif-virus-corona-begini-penjelasan-dari-profesor-unpad?page=4