Gencatan Senjata Disepakati, Kelompok Hamas di Palestina dan Israel Saling Klaim Menang

Seorang pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, dalam pidatonya di Jalur Gaza mengatakan kesepakatan gencatan senjata adalah wujud kemenangan mereka dalam perlawanan terhadap Israel.

Gencatan Senjata Disepakati, Kelompok Hamas di Palestina dan Israel Saling Klaim Menang
Bendera Palestina dan Israel/merdeka.com

RUBRIK.ID - Berita Mancanegara yang dikutip RUBRIK.ID tentang Israel dan kelompok Hamas di Palestina saling klaim menang.

Akhirnya ada gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Gencatan senjata Palestina dan Israel menjadi kabar yang ditunggu-tunggu semua orang di dunia.

Maklum saja, agresi terhadap Palestina menimbulkan simpati dunia. Bahkan, sampai banyak gerakan donasi Palestina.

Namun gencatan senjata tersebut diwarnai aksi saling klaim oleh kedua kubu.

Seorang pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, dalam pidatonya di Jalur Gaza mengatakan kesepakatan gencatan senjata adalah wujud kemenangan mereka dalam perlawanan terhadap Israel.

Dilansir Associated Press, Jumat (21/5), Al-Hayya menyebut Israel gagal menghancurkan infrastruktur tempur Hamas.

Dia menyatakan para milisi Hamas saat ini masih siaga di sejumlah terowongan.

Tak ayal kesepakatan itu disambut para penduduk jalur Gaza dengan kegembiraan.

Mereka turun ke jalan dengan bersorak dan memekikkan takbir, setelah sebelas hari diliputi rasa takut.

Sedangkan Israel dalam pernyataannya mengatakan kampanye udara mereka telah membuat pencapaian signifikan dan beberapa di antaranya belum pernah terjadi di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.

"Para pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapangan yang akan menentukan masa depan operasi tersebut," lanjut pemerintah Israel.

Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Israel sebelumnya menyebutkan bahwa gencatan senjata itu diusulkan oleh Mesir dan akan berlaku secara "mutual dan tanpa syarat".

Kabar ihwal kesepakatan gencatan senjata mengemuka sehari setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan, "penurunan yang signifikan", atas konflik di Jalur Gaza ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Desakan Biden itu terjadi di tengah tawaran mediasi oleh Mesir, Qatar, dan PBB.

Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menghadiri pertemuan dengan para pejabat tinggi keamanan menjanjikan akan mencapai tujuan kampanye militer yakni pemulihan ketenangan dan keamanan bagi warga Israel.

Setidaknya dalam sebelas hari belakangan, serangan udara dan baku tembak terjadi antar Israel dan kelompok militan bersenjata di Palestina.

Peperangan itu mengakibatkan ratusan korban tewas dari warga sipil.

Jumlah penduduk di Jalur Gaza yang tewas dalam peperangan antara Israel dan kelompok milisi Palestina hingga Jumat (21/5) tercatat mencapai 232 orang, 65 di antaranya anak-anak.

Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.

Hamas yang memerintah di Jalur Gaza menyebut sejumlah kawasan di wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Mereka menyatakan sekitar 120 ribu penduduk terpaksa mengungsi.

Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul 'Gencatan Senjata, Palestina-Israel Saling Klaim Menang' https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210522075332-120-645561/gencatan-senjata-palestina-israel-saling-klaim-menang