Dugaan Pengeroyokan Jelang Idul Adha, Kasatpol PP Samarinda Diminta Mundur dari Jabatan

Dugaan Pengeroyokan Jelang Idul Adha, Kasatpol PP Samarinda Diminta Mundur dari Jabatan
Dugaan Pengeroyokan Jelang Idul Adha, Kasatpol PP Samarinda Diminta Mundur dari Jabatan
RUBRIK.ID - Kasatpol PP Samarinda, Darham diminta mundur dari jabatannya usai adanya aksi dugaan pengeroyokan yang dilakukan anggota Satpol PP jelang Idul Adha 1440 Hijriah.\n\nDugaan pengeroyokan itu terjadi saat anggota Satpol menjalankan giat cipta kondisi jelang Idul Adha 1440 H, pada Jumat 8 Agustus kemarin, di salah satu warung kopi yang berada diJl. Wahid Hasyim, Samarinda.\n\nKasus dugaan pengeroyokan ini juga sempat Viral dimedia sosial, dengan adanya video rekaman CCTV dari salah satu tempat hiburan malam Samarinda.\n\nDalam video tersebut, memperlihatkan tindakan beberapa anggota Satpol PP Samarinda yang melakukan pengeroyokan kepada 8 mahasiswa yang sedang nongkrong di Warung kopi di Jl. Wahid Hasyim, Samarinda, saat menjalankan giat cipta kondisi jelang Idul Adha, Jumat 8 Agustus lalu.\n\nKepala Satpol PP Samarinda melalui Sekretaris Satpol PP Samarinda Syahrir mengatakan, tuntutan dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa di Samarinda ini, saat melaksanakan aksi, didepan Balaikota Samarinda, menuntut pertanggungjawaban anggota Satpol PP yang melakukan kekerasan terhadap 8 mahasiswa, saat melaksanakan giat cipta kondisi jelang Idul Adha.\n\n?Soal tindak kekerasan anggota Satpol PP, yang menjalankan Peraturan Daerah dari Walikota Samarinda, terkait penutupan sementara THM, dua hari menjelang Idul Adha,?ujarnya, Selasa (13/8/2019).\n\nSelain meminta pertanggungjawaban Satpol PP dalam kasus kekerasan tersebut, dalam aksi di Balai Kota Samarinda, gabungan mahasiswa yang atas namakan Aliansi Suara Rakyat Nusantara juga memberikan beberapa tuntutan, yang diantaranya meminta Kepala Satpol PP Samarinda dilepas dari jabatannya, serta untuk usut tuntas oknum Satpol PP pelaku pemukulan terhadap mahasiswa.\n\n"Kalau memang tuntutannya seperti itu, kami harus siap menghadapi proses hukum. Bila terbukti anggota kami melakukan kekerasan tersebut, nanti ditindak tegas bila diketahui siapa yang memukul. Bisa jadi dicopot atau diturunkan jabatannya, bahkan kalau perlu dipindahkan ke daerah lain," jawab Sekretaris Satpol PP Samarinda Syahrir\n\nSementara itu, pada Jumat malam (8/8/2019) lalu, dalam rekaman CVTV tersebut selain mahasiswa, salah satu warung kopi juga ikut hancur, setelah menjadi pelampiasan emosi, akibat adanya perselisihan antara Satpol PP dengan mahasiswa, yang sebelumnya terlibat cek cok saat jajaran Satpol PP meminta beberapa mahasiswa yang sedang bersantai disalah satu warung kopi untuk menunjukkan kartu identitas mereka.\n\n"Iya itu kan warung biasa, yang jadi lokasi mahasiswa tersebut nongkrong. Bisa jadi warung itu ikut jadi sasaran, karena panasnya situasi perselisihan antara petugas dan 8 mahasiswa itu. Maka terpancing emosi, jadi suasananya tidak terkendali," tutur Syahrir terbata-bata.\n\nAlasan dari tindakan pemukulan yang dilakukan oleh anggotanya, dari pihak Satpol PP samarinda menuding kedelapan mahasiswa tersebut yang memulai perselisihan tersebut. Syahrir menyebut hal itu adalah salah satu tindakan pembelaan, yang diakuinya bila perselisihan tersebut terjadi, ketika kedelapan mahasiswa itu menolak menunjukkan KTP mereka, dan membuat suasana menjadi panas.\n\n"Kan kami membela diri, karena seperti yang saya dengar dari anggota yang bertugas pada malam itu, kalau awal mula terjadinya pemukulan, dalukan oleh mahasiswa yang sebelumnya menolak untuk menunjukkan KTP saat diperiksa. Petugas pastinya mendesak terus kan, mungkin karena tidak terima, maka terselut lah emosi mereka, sampaj berakhir perkelahian," akunya.\n\nSedangkan dari pihak mahasiswa, menyebutkan, bila apa penganiayaan yang dialami oleh mereka, didalangi oleh beberapa petugas, yang tiba-tiba memukul salah satu mahasiswa, dan memancing anggota lainnya untuk memulai perngeroyokan.\n\nMaka kasus ini, sedang dalam penanganan Polsek Samarinda Kota, untuk mengungkap siapa dalang dari terjadinya aksi kekerasan(*)