Dugaan Aliran Sesat di Ibu Kota, MUI Kaltim Bakal Lakukan Ini

Dugaan Aliran Sesat di Ibu Kota, MUI Kaltim Bakal Lakukan Ini
Dugaan Aliran Sesat di Ibu Kota, MUI Kaltim Bakal Lakukan Ini
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Munculnya dugaan aliran sesat di Gunung Manggah, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir,  ditanggapi oleh ormas keagamaan Muhammadiyah.\n\nWakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim, Muhammad Haiban mengaku baru mengetahui adanya dugaan aliran sesat yang sempat didatangi oleh warga Gunung Manggah Samarinda.\n\n?Kami belum mempelajari aliran sesat yang mana, karena banyak aliran-aliran di masyarakat yang sebagian sudah di berikan pembinaan, nah yang ini kami belum tau persis?, sebutnya saat ditemui Selasa (8/10/2019) di rumah jabatan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.\n\nPW Muhammadiyah Kaltim ujar dia akan melakukan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia terkait ajaran yang diduga aliran sesat tersebut.\n\n?Tentunya akan kerja sama dengan Majelis Ulama dan kami akan membantu, karena yang punya kewenangan untuk memberikan masukan ya dari Majelis Ulama?, ungkapnya.\n\nTidak hanya dari sisi Muhammadiyah, Muhammad Haiban yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MUI Kaltim juga akan menanggapi lebih lanjut terkait laporan dugaan aliran sesat iini.\n\n?Dari Majelis Ulama akan memberikan laporan ini ke komisi pengkajian dan penelitian untuk dikaji sejauh mana aliran tersebut kemudian akan disampaikan ke komisi fatwa yang akan mengkaji dari sisi dimana penyelewengannya. Setelah itu baru kita berikan fatwa. Awalnya mungkin akan diberikan teguran, lalu dibimbing, kalau masih belum sadar juga akan dikantorkan?, tandasnya.\n\nSebagai informasi, dugaan adanya aliran sesat terjadi di ibukota Kaltim, Samarinda.\n\nAtas dugaan adanya aliran sesat yang tak sesuai dengan salah satu agama itu, menimbulkan gerakan di masyarakat sekitar beberapa waktu lalu.\n\nImbasnya, pada Minggu (6/10/2019), ratusan warga RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Gunung Manggah meminta klarifikasi dari anggota kelompok yang diduga dianggap sesat.\n\nKedatangan ratusan warga itu kemudian difasilitasi dalam satu pertemuan.\n\nPertemuan dilakukan di langgar Ahada, lokasi sekitar.\n\nMasyarakat, pihak Kelurahan Sungai Dama, Polri dan TNI hadir dalam pertemuan itu.\n\nDigelar sejak pukul pukul 10.00, pertemuan baru selesai sekitar pukul 18.00 Wita.\n\nInformasi yang dihimpun,  jamaah kelompok itu dinamakan Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah.\n\nJumlahnya ada puluhan, dan selalu menyampaikan ajarannya secara berpindah-pindah.\n\nKelompok ini telah ada sejak setahunan terakhir di lingkungan warga Gunung Manggah, Samarinda Ilir.\n\nFarul Hadi (22) warga sekitar, sekaligus pengurus ikatan remaja langgar (Irla) Ahada menjelaskan, prilaku kelompok tersebut membuat warga curiga ada yang tidak beres dari ajaran yang disampaikan.\n\nHal itulah yang membuat warga ingin mendengarkan penjelasan dari jamaah kelompok tersebut.\n\n"Perilaku mereka yang buat warga resah. Ada dugaan bahawa ajaran mereka ini mengarah ke aliran tertentu," ucapnya. (*)