DPR: Banyak Kepentingan Bertabrakan di RUU Omnibus Law Sehingga Dinilai Tidak Sinkron

DPR: Banyak Kepentingan Bertabrakan di RUU Omnibus Law Sehingga Dinilai Tidak Sinkron
RUBRIK.ID- Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai ketidaksinkronan dalam omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja disebabkan banyak kepentingan yang dimasukkan.\n\nDasco memprediksi ketidaksinkronan antarpasal dalam omnibus law RUU Cipta Kerja akan terjadi. Sebab menurutnya tidak mudah menyelaraskan banyak pasal sekaligus.\n\n"Ada banyak kepentingan dan hal yang saling bertabrakan di sini. Sehingga tidak dihindari ada ketidaksinkronan yang juga disebabkan pasal-pasal yang selama ini sudah berjalan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2).\n\nDasco bersyukur masyarakat punya perhatian lebih terhadap RUU ini. Sehingga DPR terbantu dalam mencermati pasal per pasal dari draf yang diajukan pemerintahan Presiden Joko Widodo.\n\nWakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan berbagai kesalahan yang terjadi sangat mungkin diperbaiki DPR akan memberi waktu bagi pemerintah untuk memperbaiki draf saat pembahasan dimulai.\n\n"Kalau menurut saya, diperbaiki pada saat pembahasan bersama di DPR. Pemerintah dengan DPR mana-mana yang salah ketik, salah persepsi, itu disamakan," ujar dia.\n\nLebih lanjut, Dasco mengingatkan perjalanan RUU Omnibus Law Cipta Kerja masih panjang. Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal pembahasan.\n\n"Mari kita bahas bersama, lalu kita masukkan pendapat dari publik. Kita buat forum diskusi kluster baik yang namanya upah, sertifikasi halal, dan apapun namanya lain mari kita bahas bersama agar klir dan menjadi undang-undang dan enggak menjadi kontroversi lagi," ucapnya.\n\nOmnibus Law Cipta Kerja adalah usulan prioritas dari pemerintahan Joko Widodo di periode kedua. Dia hendak memangkas dan menyederhanakan peraturan guna menarik investasi asing.\n\nPemerintah tercatat hendak menyelaraskan 1.244 pasal dari 79 undang-undang ke dalam RUU yang awalnya bernama Cipta Lapangan Kerja itu. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul "DPR: Banyak Kepentingan Bertabrakan di RUU Omnibus Law" https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200220133443-32-476465/dpr-banyak-kepentingan-bertabrakan-di-ruu-omnibus-law