Diselamatkan dari Penyelundupan, 2 Orangutan Dipulangkan ke Hutan Kalimantan

Diselamatkan dari Penyelundupan, 2 Orangutan Dipulangkan ke Hutan Kalimantan
Diselamatkan dari Penyelundupan, 2 Orangutan Dipulangkan ke Hutan Kalimantan
RUBRIK.ID, BALIKPAPAN - 2 Ekor primata jenis Orangutan di pulangkan ke habitatnya di Hutan Kalimantan. Pelepasan teraebut dilakukan di kawasan hutan Itchi, Kec. Sepaku. Kab. Kukar.\n\nKe-2 orangutan ini bernama Iskandar (17) dan Bento (20). Hewan dengan nama latin Pongo Pygmaeus diserahkan langsung oleh yayasan Tasikoki, yayasan penyelamat satwa asal Manado (Sulawesi Utara) kepada yayasan Arasari milik adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Jumat (4/9/19).\n\nPenyerahan satwa dari yayasan Tasikoki ini disaksikan Kepala BKSDA Kaltim Sunandar, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara Noel Layuk Allo.\n\nOrangutan berukuran besar dengan pipi lebar ini dimasukan ke dalam kandang karantina berukuran cukup besar. Karantina tersebut menurut Hashim dimaksudkan untuk mengembalikan naluri liar orangutan sebelum akhirnya dilepaskan di hutan, agar dapat mandiri.\n\nLantaran selama 15 tahun mereka berada di penangkaran di Manado. Sebelumnya Iskandar saat berusia 2 tahun berhasil diselamatkan dari penyelundupan perdagangan hewan ilegal yang akan diberangkatkan ke Filipina melalu perairan Bitung, Manado, Sulawesi Utara. Sementara Bento berhasil disita dari warga yang memeliharanya. Saat itu usia Bento 5 tahun.\n\nLebih jauh Hashim menjelaskan, Iskandar dan Bento nantinya akan di lepas di sebuah pulau tak berpenghuni manusia bernama Kalawasan di Kec. Sepaku. Kab. PPU.\n\n"Upaya ini telah mendapat dukungan dari Pemkab PPU, dan pemindahan orangutan ke pulau suaka seluas 240 hektar ini merupakan yang pertama kali terjadi di dunia. Mudahan-mudahan dapat berhas dan berjalan dengan baik", terang Hashim.\n\nKe depan, tidak hanya Iskandar dan Bento saja, primata sejenis akan coba dilakukan oleh yayasan ini. Pasalnya masih banyak orangutan yang diperdagangkan secara ilegal dan berada banyak di beberapa negara yang jumlahnya lebih 100 ekor, termasuk yang berada di kebun binatang.\n\nTujuan Yayasan Arsari Djojohadikusumo membuat pusat suaka Orangutan, kata Hashim, tak lain untuk melestarikan satwa liar di Indonesia.\n\nKami akan menawarkan ke kebun binatang di luar negeri, daripada Orangutan itu seolah-olah di penjara, di kandang mereka masing-masing. Lebih baik dilepaskan di alam belantara Indonesia", jelasnya.\n\nLetak pulau suaka untuk orangutan ini tidak jauh dari letak titik pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Proyeksi kedepan, tidak hanya orangutan, Yayasan Arasari juga akan mencoba suaka satwa untuk jenis Badak.