Dikaitkan Dengan Novel Dean Koontz, Ini Perbedaan Wuhan-400 Dan Covid-19

Dikaitkan Dengan Novel Dean Koontz, Ini Perbedaan Wuhan-400 Dan Covid-19
RUBRIK.ID - Penulis asal Amerika Serika, Dean Koontz dianggap telah memprediksikan kedatangan wabah virus corona, jauh hari sebelum pertama kali diidentifikasi akhir tahun lalu.\n\nKoontz sendiri oleh sebagian orang, diyakini telah memprediksikan wabah corona ini, lewat bukunya berjudul ?The Eyes of Darkness? yang terbit 1981, atau sekitar 19 tahun lalu.\n\nYang membuatnya ramai diperbincangkan adalah, bahwa disebutkan tentang sebuah virus buatan manusia bernama Wuhan-400, yang diciptakan di sebuah laboratorium, terletak tepat di luar kota Wuhan.\n\nKendati memiliki beberapa kemiripan, namun menurut penelusuran Reuters, Wuhan-400 yang digambarkan Koontz dalam bukunya, pada dasarnya adalah jauh berbeda dengan COVID-19 yang mematikan tersebut.\n\nBerikut beberapa perbedaa Wuhan-400 dan COVID-19 yang menarik untuk disimak:\n\n? Daya rusak\n\nMenurut Koontz, kill-rate yang dimiliki WUhan-400 adalah 100 persen, membuat siapapun yang terinfeksi sudah dipastikan takan selamat. Sementara pada COVID-19, fatalitasnya adalah sebesar antara 2-4% (di Wuhan) dan 0,7% di luar Wuhan.\n\n? Cara kerja\n\nToksin pada otak yang diproduksi Wuhan-400, dapat merusak jaringan otak, sementara pada COVID-19, hejala pneumonia atau gangguan pernapasan akut, sebagai ciri yang utama selain menyebabkan gagal ginjal.\n\n? Daya Ancam\n\nMenurut novel tersebut, Wuhan-400 digambarkan jauh lebih berbahaya dari virus Ebola, namun jika bicara COVID-19, ancaman yang ditebarkan virus yang diyakini berasal dari kelelawar itu ttidaklah sampai seseram itu.\n\n? Fakta tambahan\n\nSebelum menggunakan nama Wuhan-400 sebagai nama virus di buku ini, cetakan pertama buku tersebut justru menggunakan Gorki-400, sebelum akhirnya diubah satu tahun kemudian, menjadi Wuhan-400. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di fin.co.id dengan judul "Bedanya Wuhan-400 dan COVID-19"\n\nhttps://fin.co.id/2020/03/16/bedanya-wuhan-400-dan-covid-19/