Dikabarkan Moeldoko dan SBY  Pernah Dekat, Partai Demokrat Membantah

Kedekatan itu disebut memuluskan langkah Moeldoko menjadi Kepala Staf Kepresidenan Joko Widodo. 

Dikabarkan Moeldoko dan SBY  Pernah Dekat, Partai Demokrat Membantah
SBY dan Moeldoko/indozone.id

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang berembus isu SBY dekat dengan Moeldoko.

Hubungan Partai Demokrat yang dibesut Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan tengah memanas.

Baru-baru ini, berembus isu SBY dekat dengan Moeldoko.

Kedekatan itu disebut memuluskan langkah Moeldoko menjadi Kepala Staf Kepresidenan Joko Widodo. 

Partai Demokrat pun menepis.

Isu kedetakan SBY dan Moaldoko ini disampaikan oleh mantan staf KSP Bambang Beathor Suryadi.

Dia menyebut kedekatan itu, SBY yang saat itu menjabat sebagai Pesiden RI menunjuk Moeldoko sebagai Panglima TNI.

Selain itu SBY disebut menitipkan Moeldoko untuk jadi Kepala KSP Jokowi.

"Kedekatannya dengan SBY tentunya mempunyai khas tersendiri, kenapa SBY memilihnya menjadi Panglima TNI di antara perwira tinggi yang ada pada waktu itu.

Begitu pula kenapa SBY menitipkannya ke Jokowi untuk posisi Kepala KSP setelah kunjungan SBY ke Istana Jokowi," kata Beathor dalam keterangannya, Sabtu (6/2/2021).

"Dalam penjelasan Mas Moeldoko, inisiatif ini dilakukan oleh para kader Demokrat, seperti halnya inisiatif Mas Moel jadi Panglima TNI adalah SBY," sambungnya.

Beathor mengatakan Moeldoko memiliki terobosan dan gagasan yang baik saat menjadi Kepala KSP.

Menurutnya, wajar jika sejumlah kader Demokrat menginginkan Moeldoko menjadi Ketum PD dan maju Pilpres 2024 melalui PD.

"Bagi kami, yang pernah ikut di KSP di bawah kepemimpinannya selama 2 tahun lebih, tampak terobosan-terobosan gagasan dan kegiatan selama di KSP.

Jadi wajar jika kader Demokrat memilih beliau untuk dimajukan sebagai ketua umum dan bahkan mengusungnya menjadi calon presiden dan tentunya membanggakan kader dan simpatisan," ucapnya.

Partai Demokrat (PD) kemudian menangkis menangkis omongan Beathor itu.

Partai Demokrat menyebut SBY tak pernah menitipkan Moeldoko ke Presiden Jokowi.

"Bapak SBY tidak pernah menitipkan, ataupun mengusulkan Bapak Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden kepada Bapak Presiden Joko Widodo," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Senin (9/2/2021).

Herzaky menyebut banyak pihak yang mencatut dan mengadu domba SBY dengan Jokowi. Dia juga menjelaskan keterangan pers yang disampaikan oleh Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai situasi Partai Demokrat saat ini.

"Adanya pihak-pihak yang gemar mencatut dan mengadu domba Bapak SBY dan Bapak Joko Widodo inilah, yang membuat Ketua Umum kami, Agus Harimurti Yudhoyono, mengirimkan surat secara resmi kepada Bapak Presiden Joko Widodo sebelum melakukan konferensi pers, agar Bapak Presiden mendapatkan informasi langsung secara resmi dari kami mengenai situasi ini, dan mengetahui duduk perkaranya dengan terang," ujarnya.

Isu Moeldoko menghadap SBY terkait kepemimpinan Partai Demokrat juga menguat belakangan ini. Namun, hal itu dibantah Herzaky.

"Bapak Presiden Joko Widodo pun seharusnya dapat menjawabnya secara langsung, agar semuanya menjadi terang benderang, tidak ada lagi hal yang misterius, untuk menghindari spekulasi berkembang di publik," ujarnya.

Demokrat Tepis Isu SBY-Moeldoko Dekat soal Jabatan Panglima TNI

Herzaky juga membantah kedekatan SBY dan Moeldoko terkait Jabatan Panglima TNI. Selain itu, SBY kata Herzaky tidak pernah meminta Moeldoko untuk bersabar menjadi Ketum Partai Demokrat.

"Pertama, Bapak SBY tidak pernah bicara ke Bapak Moeldoko agar bersabar-sabar soal pencalonan Ketua Umum PD. Ini spekulasi yang sangat tidak berdasar," kata Herzaky.

Herzaky juga menanggapi isu kedekatan SBY dengan Moeldoko karena hubungan masa lalu saat SBY mengangkat Moeldoko menjadi Panglima TNI. Herzaky menegaskan isu tak benar.

"Kedua, perlu kami tegaskan, isu mengenai kedekatan Bapak SBY dengan Bapak Moeldoko karena Bapak Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI di zaman Bapak SBY, itu tidak benar," ujarnya.

Pengangkatan Moeldoko menjadi Panglima TNI kala itu, menurut Herzaky, melalui aturan internal TNI. Herzaky mengatakan SBY tidak campur tangan dalam hal itu.

"Moeldoko diangkat menjadi KSAD dan Panglima TNI karena mekanisme internal TNI yang tidak dicampuri Bapak SBY saat beliau memimpin. SBY sangat taat azas dan aturan," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul 'Isu SBY-Moeldoko Dekat hingga Titip Posisi Ditangkis Demokrat' https://news.detik.com/berita/d-5366822/isu-sby-moeldoko-dekat-hingga-titip-posisi-ditangkis-demokrat/2