Demo di Balai Kota, Mahasiswa Desak Pemkot Tegas Berhentikan Kasatpol PP Samarinda

Demo di Balai Kota, Mahasiswa Desak Pemkot Tegas Berhentikan Kasatpol PP Samarinda
Demo di Balai Kota, Mahasiswa Desak Pemkot Tegas Berhentikan Kasatpol PP Samarinda
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Suara Rakyat Nusantara (Suryanata) kembali menggelar aksi demonstrasi, Senin (26/08/19) di Balai Kota, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.\n\nMereka mengadukan permasalahan 8 orang mahasiswa yang diduga dianiaya oleh oknum Satpol PP.\n\nMahasiswa meminta agar Pemkot segera mengambil langkah tegas.\n\n?Walikota Samarinda harus segera memecat oknum Satpol PP yang melakukan penganiayaan,?tegas humas aksi Yogi Prasetyo Putra.\n\nHal itu disebutnya karena kejadian pemukulan itu sudah berlangsung lama (09/08/2019) namun belum ada sanksi yang diberikan oleh Pemkot kepada para pelaku.\n\nDalam aksinya mahasiswa juga membawa beberapa rekomendasi.\n\nYogi menyebutkan itu sebagai sikap dan komitmen bersama antara kedua belah pihak, guna penyelesaian masalah itu.\n\n?Ini sebagai wujud komitmen, sejauh mana pemkot berani bersikap untuk menuntaskan kasus ini,? tegasnya.\n\nRekomendasi itu diantaranya, mahasiswa meminta agar kepala Satpol PP segera diberhentikan, Walikota Samarinda harus menjamin pihak Satpol PP Kota Samarinda tidak melakukan represif ketika menjalankan tugas menegakkan perda.\n\nSelain itu, Walikota juga diminta untuk dapat memulihkan nama baik korban sekaligus ganti rugi atas tempat usaha yang rusak akibat kejadian itu.\n\nPemkot Samarinda menyambut baik aksi mahasiswa, namun tidak menandatangani rekomendasi yang disodorkan mahasiswa.\n\nTerkait tuntutan mahasiswa, Ali Fitri selaku Asisten tiga Pemkot Samarinda mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan melalu lembaga inspektorat, pengawasan internal.\n\n?Pemeriksaan sudah dilakukan bahkan tadi surat perintah untuk memeriksa para oknum atau ASN yang terlibat pada kejadian sudah diperiksa,?ucapnya dikonfirmasi usai aksi.\n\nDisebutnya bahwa semua tahapan sudah berjalan dan tidak bisa selesai dalam waktu yang singkat satu atau dua jam.\n\nNamun kata Ali, jika ditemukan tindakan yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP dalam bekerja, pihaknya akan mengambil langkah tegas, memberikan sanksi.\n\n?Tapi kalau tidak ditemukan tindakan melawan hukum atau ternyata sesuai SOP, maka akan kita jelaskan kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan itu sudah sesuai ketentuan,? bebernya.\n\nAtas kejadian itu, mahasiswa juga melaporkan ke Kepolisian. Proses hukum juga tengah berjalan, pemeriksaan saksi juga sudah dilakukan. (*)