Dapat Pesan Singkat PKL, Anggota Dewan Kritik Soal Penertiban di Saat Pandemi, Satpol PP Samarinda Beri Penjelasan

Dapat Pesan Singkat PKL, Anggota Dewan Kritik Soal Penertiban di Saat Pandemi, Satpol PP Samarinda Beri Penjelasan
RUBRIK.ID, SAMARINDA  - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syafruddin, mengkritik masalah penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Polder Air Hitam.\n\nWakil rakyat yang akrab disapa Udin itu mengaku menerima laporan dari aplikasi pesan instan dari salah seorang warga, Sabtu (9/5/2020) yang kemudian ia unggah ke laman sosial medianya.\n\n?Foto ini di Kirim oleh PKL dengan no WA 08157444XXX,,? tulis Udin.\n\nMeski terpilih sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Balikpapan, namun Udin tak lantas membiarkan hal tersebut menimpa para PKL yang diangkut gerobaknya oleh Satpol PP Samarinda.\n\nMenurutnya, penertiban para PKL ini, hanya akan menambah masalah ekonomi warga yang terdampak Covid-19, terlebih menjelang Idul Fitri 2020.\n\n?Kok tega ya Bapak-bapak Satpol PP ini mengangkut rombongnya penjual di Polder di masa-masa sulit seperti ini, mestinya tindakannya tidak se-ekstrim ini, apalagi ini musim corona dan bulan puasa, tolong pak Syaharie Jaang dikembalikan rombongnya PKL di polder Air Hitam,? lanjutnya lagi.\n\nSaat ditemui di DPRD Kaltim beberapa waktu lalu. Udin bahkan tak mampu menyembunyikan rasa kesalnya atas penertiban para PKL itu.\n\n"Emang gak ada kerjaan lain kah Satpol PP itu, kok menggusur aja," ucapnya.\n\nKeputusan untuk menertibkan para PKL di kawasan Folder itu diakuinya tidak tepat. Sementara para PKL tengah berupaya menambah pundi-pundi saat pandemi ditengah puasa ramadan ini.\n\n"Apalagi sudah mendakati lebaran. Kalau harus ditertibkan, jangan sekarang lah, ditunda dulu. Ini kan kasihan para PKL digusur dan diangkut rombongnya,"pungkasnya.\n\nMenanggapi kritik wakil rakyat daerah Provinsi Kaltim tersebut, Kasatpol PP Samarinda yang diwakili oleh Kasi Operasional dan Pengendalian, Boy Leonardo Sianipar menjelaskan mengapa ada tindakan serius dari Satpol PP terhadap para PKL.\n\n"Jadi gini ceritanya kemaren memang kami ada penertiban disana karena ada permintaan dari pihak kecamatan dan kelurahan. Karena terkait begini, memang betul disaat pandemi begini mereka itu (PKL) paling tidak diberikan kelonggaran karena mereka mencari nafkah juga. Tapi disisi lain tempat mereka berdagang dijadikan tempat orang-orang berkumpul dan lain sebagainya," jelas Boy sapaannya saat dihubungi via whatsapp seluler, Rabu (13/5/2020).\n\n"Jadi orang-orang yang menyalahi aturan itu malah ke tempat mereka, dan mereka mengizinkan. Inikan bulan puasa dan lagi ada wabah virus Corona. Orang makan-makan disitu pada saat jam sebelum buka puasa, dijadikan tempat kumpul-kumpul dan itu menimbulkan keresahan di warga sekitar," sambungnya.\n\nSecara aturan jelas para PKL telah melanggar kesepakatan. Jauh sebelumnya, seluruh PKL telah lebih dulu ditertibkan, dan pihak Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR telah memberikan uang ganti rugi kepada para pedagang.\n\n"Jadi tidak bisa melihatnya dari satu sisi saja. Sementara sebelum adanya virus Corona kita kan sudah ada penertiban disana. Ini kaitannya dengan aset Pemkot. Dan itu sudah sepakat diberikan biaya ganti rugi dari PUPR untuk mereka tidak berjualan lagi disekitar pinggiran yang langsung berbatasan dengan Polder," tutupnya. (advertorial) \n\n[caption id="attachment_10622" align="alignnone" width="1000"]Logo DPRD Kaltim Logo DPRD Kaltim[/caption]\n\n