Dapat Gelar Kehormatan dari Kesultanan Kukar, Panglima TNI Sebut Kearifan Lokal Harus Dilestarikan

Dapat Gelar Kehormatan dari Kesultanan Kukar, Panglima TNI Sebut Kearifan Lokal Harus Dilestarikan
Dapat Gelar Kehormatan dari Kesultanan Kukar, Panglima TNI Sebut Kearifan Lokal Harus Dilestarikan
RUBRIK.ID - Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0901/Samarinda, di halaman parkir komplek stadion Madya Sempaja, Kamis (8/8/2019), juga dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. \n\nSaat hadir yang juga sekaligus menutup TMMD, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menerima gelar kehormatan dari Sultan Ing Martadipura XXI, Kesultanan Kutai Kartanegara. \n\nGelar kehormatan itu adalah 'Pangeran Wira Ambara' yang artinya 'Sang Pangeran yang Berjiwa Ksatria di Angkasa (Udara)'.\n\nMendapatkan gelar kehormatan dari Kesultanan Kutai, Panglima TNI merasa bangga dan berjanji akan menjaga serta melestarikan budaya luhur Indonesia.\n\n"Kearifan lokal harus dilestarikan. Gelar ini merupakan amanah untuk kita jaga. Saya bangga mendapatkan gelar kehormatan ini," ucap Panglima TNI, Kamis (8/8/2019).\n\nSementara itu, TMMD di Samarinda dilaksanakan mulai 10 Juli - 8 Agustus 2019. Selama pelaksanaan TMMD, TNI bersama pihaknya lainnya berhasil membuat badan jalan sepanjang 1.000 meter dengan lebar 7 meter.\n\nLalu, pembangunan 1 unit mushola berukuran 10x10 meter, 1 unit rumah ukuran 4x6 meter dan 2 unit pos kamling berukuran 4x6 meter, yang dilakukan di dua kelurahan, yakni Lok Bahu dan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.\n\nUntuk diketahui, TMMD telah diselenggarakan sejak 1980, yang pertama kali digagas oleh Jenderal M Yusuf, dengan sebutan ABRI masuk desa.\n\nDalam pelaksanaanya hingga saat ini, TMMD telah menghasilkan sejumlah pembangunan fisik, diantaranya 24.391.643 M jalan, lalu parit, irigasi dan siring sepanjang 3.572.223 M.\n\nSelain itu, terdapat 7.418 jembatan, rehab maupun pembangunan rumah sebanyak 35.166, pemasangan 1.209.002 M pipa air bersih, 8.162 sarana ibadah, 7.786 pembangunan, serta rehab sekolah, dan pemasangan jaringan listrik di 15.484 lokasi.\n\nSedangkan non fisik, TNI melakukan sejumlah kegiatan, diantaranya penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, tertib lalu lintas, narkoba, HIV/Aids, Kamtibmas, kesehatan remaja, hukum, faham radikal, kerohanian dan sosialisasi rekruitmen TNI AD.\n\n"Di Samarinda, ada pembangunan jalan yang menghubungkan dua kelurahan, dengan adanya jalan ini dua kelurahan ini bisa terhubung dengan baik," ucap Panglima TNI.\n\nLanjut Panglima TNI menjelaskan, TMMD merupakan bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu lintas sektoral, mulai dari Kementerian, hingga Pemerintah Daerah, dalam upaya percepatan pembangunan nasional.\n\n"Sasarannya telah terpilih berdasarkan skala prioritas dipadukan dengan program Pemda, lalu dibahas di DPRD untuk disahkan menjadi program," pungkasnya. (*)\n