Cerita 2 Barista Sephia Coffee Balikpapan, Bisa Sisihkan Dana untuk Keluarga

Rezeki tak kemana, dengan semangat yang masih menggebu-gebu Valdi mendapatkan rekomendasi untuk dapat bekerja menjadi barista di Sephia Coffee Balikpapan. 

Cerita 2 Barista Sephia Coffee Balikpapan, Bisa Sisihkan Dana untuk Keluarga
2 Barista Sephia Coffee Balikpapan saat berada di lokasi kafe/Rubrik.id

RUBRIK.ID, BALIKPAPAN - Mengambil peran untuk menekuni sebuah bidang usaha di usia muda nampaknya memang sulit dipilih oleh sebagian pemuda yang hidup di zaman sekarang.

Namun hal itu tampaknya tidak berlaku bagi Novaldi Bechris Rory dan Immanuel Bryan Stiff Raintung, 2 orang barista muda di Sephia Coffee Balikpapan yang mulai tekun menggeluti dunia kopi.

Novaldi Bechris Rory, pemuda berumur 18 tahun yang biasa disapa Valdi itu bercerita perjalanannya sebelum akhirnya ia terjun menjadi seorang barista.

Berbekal ilmu yang diajarkan oleh sang kakak yang juga seorang barista, Valdi mulai menemukan semangat dalam dirinya untuk lebih menekuni bidang yang dicintainya ini.

Rezeki tak kemana, dengan semangat yang masih menggebu-gebu Valdi mendapatkan rekomendasi untuk dapat bekerja menjadi barista di Sephia Coffee Balikpapan. 

"Saya menjadi barista bukan mengikuti trend sih, tapi memang sudah passion dari dulu suka kopi, suka meracik kopi sendiri di rumah, otodidak dari pas SMA" kata Valdi, Kamis (28/5/2021) malam. 

Tak berpuas hati dengan ilmu yang dia kantongi, Valdi mengaku pernah mengikuti pelatihan menjadi barista selama 3 minggu untuk menguasai teknik, rasio yang tepat, dan resep setiap kopinya. 

Bekerja sebagai barista di Sephia Coffee Balikpapan selama kurang lebih 1 bulan, Valdi menceritakan pengalaman pernah diuji pengetahuannya oleh seorang pembeli yang paham tentang kopi. 

"Ada customer yang mungkin memang mengerti kopi jadi ditanya-tanya kita pakai beansnya apa segala macam," kata Valdi

"Mereka juga pesan beans tertentu gitu, misalnya pesan V60 mereka minta biji kopinya pakai Arabika Semeru, Aceh Gayo, Bali Kintamani," ceritanya. 

Selain Valdi yang bekerja sebagai barista di Coffee Sephia ini, Immanuel Bryan Stiff Raintung atau yang biasa dipanggil Stiff ini mengaku baru saja terjun ke dunia kopi. 

Sama seperti Valdi, ketertarikan Stiff yang ingin menjadi barista muncul ketika melihat keluarganya yakni pamannya yang juga seorang barista di sebuah kedai kopi. 

Ia pun juga sempat mengikuti pelatihan menjadi seorang barista bersama Valdi untuk mengasah keterampilan dan mempelajari bagaimana menjadi barista professional. 

Stiff yang baru berusia 17 tahun ini mengaku menjadi seorang barista adalah salah satu pekerjaan yang populer dan diminati pemuda saat ini. 

"Ke depannya masih mau mengembangkan ilmu kopi-kopian dan juga mesinnya untuk jadi barista profesional," ujar Stiff. 

Stiff tidak menyangka walaupun baru saja berkecimpung di dunia kopi, menjadi barista adalah pengalaman luar biasa baginya, bahkan ia menyisihkan sebagian uang yang dihasilkan untuk keluarga. 

Baik Valdi atau Stiff berharap ke depan dunia perkopian di Indonesia dapat semakin maju mengalahkan negara lainnya, terlebih kedai Coffee Sephia yang diharapkan semakin dikenal banyak orang. (*)