Bukan perang dengan Korea Selatan, Ini Masalah Serius yang Dihadapi Kim Jong Un di Korea Utara

Bukan perang dengan Korea Selatan, Ini Masalah Serius yang Dihadapi Kim Jong Un di Korea Utara
Kim Jong Un terancam hadapi masalah besar di Korea Utara (KCNA dan freepik)

RUBRIK.ID - Berikut ini berita Internasional yang disajikan RUBRIK.ID tentang masalah serius yang dihadapi Kim Jong Un di Korea Utara, bukan perang dengan Korea Selatan, melainkan virus corona.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diperkirakan akan mengahadapi ancaman terbesar dalam 9 tahun masa kepemimpinannya.

Ancaman itu datang bukan karena perang dengan Korea Selatan, melainkan Covid-19 alias virus corona.

Diketahui dugaan kasus virus corona yang terjadi di Korea Utara berasal dari pembelot yang sempat pulang kampung dari Korea Selatan.

Jika pembelot yang kembali dari Korea Selatan didiagnostik positif Covid-19, maka itu bisa menjadi ancaman serius Kim Jong Un

Dinasti Kim yang berkuasa di Korea Utara telah berpuluh-puluh tahun menganggap bahwa hanya mereka yang dapat melindungi penduduknya dari ancaman dunia luar, baik kaum kapitalis Amerika Serikat (AS) atau pasukan musuh lainnya.

Namun, belum lama ini secara terbuka pemerintah pusat di Pyongyang menyebutkan Covid-19 telah menjadi ancaman baru yang masuk ke Korea Utara.

Pimpinan Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un mengadakan pertemuan darurat pada Sabtu (25/7/2020), setelah dilaporkan bahwa ada seorang pembelot yang melarikan diri dari negara itu tiga tahun lalu, telah kembali ke kota Kaesong, Korea Utara dengan kemungkinan sudah terinfeksi Covid-19, menurut KCNA.

Berdasarkan laporan KCNA, pembelot ini memiliki gejala Covid-19, tapi belum didiagnostik secara pasti.

Sementara ini, semua orang yang telah melakukan kontak dengan pembelot ini sedang diperiksa dan dikarantina, tetapi KCNA memperingatkan tentang "situasi berbahaya" yang berkembang di Kaesong yang dapat mengarah pada "bencana yang mematikan dan merusak".

Beberapa ahli percaya bahwa Korea Utara tidak mengidentifikasi kasus Covid-19 yang ada dengan benar karena kurangnya pengujian, atau telah berhasil mengisolasi kelompok kecil kasus dan tidak melaporkannya ke publik.

Korea Utara saat ini belum mengkonfirmasi adanya kasus Covid-19 di negara komunis tersebut kepada pihak internasional.

Jika pembelot ini terbukti positif dan menyebabkan wabah Covid-19 di sana, maka bisa menjadikan salah satu ancaman terbesar yang dihadapi Kim dalam hampir sembilan tahun kekuasaannya.

Melansir CNN pada Selasa (28/7/2020), pihak berwenang di Korea Selatan mengonfirmasi pada Senin (27/7/2020), tentang adanya seorang pembelot yang melintasi perbatasan ke Korea Utara.

Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengatakan pria itu bukan pasien virus corona atau memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi, tetapi polisi setempat mengatakan pria itu sedang diselidiki karena kejahatan seks.

Apa yang dipertaruhkan?

Virus ini telah terbukti menjadi salah satu tantangan paling sulit dan mematikan bagi para pemimpin negara di dunia.

Para ahli mengatakan bahwa infrastruktur perawatan kesehatan Korea Utara yang bobrok tidak akan mampu untuk menangani pasien virus corona, yang mana tidak semua komunitas perawatan kesehatan global memahaminya.

Hal itu dapat menjadi salah satu alasan, Kim telah proaktif berusaha menahan kemungkinan virus mematikan itu masuk wilayah kekuasaannya.

Sejak Januari lalu, rezim Kim Jong Un telah menutup akses perbatasan setelah kabar Covid-19 muncul, termasuk China yang menjadi mitra ekonomi terbesarnya.

Perjalanan asing ke Korea Utara sangat terbatas, bahkan sebelum pandemi, dan sekarang mendekati nol.

Pihak asing yang masuk dalam jalur perbatasan sebagian besar hanya diplomat dan pekerja bantuan asing, dan mereka diharuskan menjalani karantina yang ketat pada saat kedatangan.

Rata-rata orang Korea Utara tidak diizinkan melakukan perjalanan jauh dari rumah tanpa persetujuan pemerintah bahkan dalam waktu normal.

Sumber-sumber diplomatik yang berbasis di ibukota Pyongyang, mengatakan kepada CNN pada awal bulan ini, bahwa di jalan-jalan semua orang memakai masker dan mempraktikkan beberapa bentuk social distancing.

Namun, langkah-langkah itu dinilai belum cukup untuk menghadang Covid-19.

Menurut KCNA, setelah mendengar kasus pembelot yang masuk ke Kaesong, Kim Jong Un merespons dengan cepat.

Dia segera memerintahkan Kota Kaesong untuk ditutup dari seluruh negara, dan setiap distrik serta wilayah di dalamnya diisolasi.

Klik Berita Terkait:

Kim Jong Un Beri Aturan Ketat Penggunaan Masker di Korea Utara, Terancam Sanksi Kerja Paksa

Virus Corona Mulai Terdeteksi di Korea Utara, Kim Jong Un Enggan Umumkan Kasus Covid-19

Kim Jong Un Curi Perhatian, Bagikan Pistol ke Para Jenderal Militer Korea Utara

Memori menyakitkan

Pengalaman buruk Korea Utara dalam bencana yang mematikan banyak masyarakatnya telah terjadi sebelumnya.

Jika, orang nomor satu di Korea Utara itu memahami bahaya mematikan yang mengintai akibat virus corona, mungkin ia akan diingatkan dengan memori buruk masa lalu.

Kelaparan pada 1990-an mungkin merupakan ancaman terbesar yang pernah dihadapi keluarga Kim sebelumnya.

Pemerintah Korea Utara mengklaim bahwa sebanyak 235.000 orang meninggal akibat kelangkaan makanan, meskipun para ahli mengatakan hingga 3,5 juta orang mungkin telah tewas, dalam krisis buatan manusia tersebut yang diperburuk oleh banjir.

Selama krisis, para pembelot berbondong-bondong keluar dari negara itu, dengan kisah-kisah mengerikan yang mengejutkan komunitas internasional.

Ketika orang-orang berjuang untuk makan, infrastruktur medis juga berjuang untuk mengatasi masalah yang ada di sana.

Mereka yang melarikan diri berbicara tentang amputasi yang dilakukan tanpa anestesi, atau dokter yang menjual obat untuk membeli makanan agar bisa bertahan hidup.

Seorang dokter anak berhenti karena "dia tidak tahan melihat anak-anak yang kelaparan lagi."

Barbara Demick menceritakan tentang pembelot Korea Utara dalam bukunya yang memenangkan penghargaan, Nothing to Envy.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 akan Jadi Ancaman Terbesar Kim Jong Un dalam 9 Tahun Masa Kepemimpinannya", https://www.kompas.com/global/read/2020/07/28/201239770/covid-19-akan-jadi-ancaman-terbesar-kim-jong-un-dalam-9-tahun-masa?page=all.
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca