Budiono Singgung Efektifitas Penegakan Perda

Budiono Singgung Efektifitas Penegakan Perda
Budiono Singgung Efektifitas Penegakan Perda
RUBRIK.id BALIKPAPAN - Efektifitas penerapan Peraturan pemerintah kota Balikpapan perihal jarak antar sesama ritel modern maupun dengan toko kelontong atau kios masyarakat dinilai kurang efektif sehingga terkesan tak diindahkan lagi.\n\nHal ini diungkapkan Bodiono Anggota DPRD Kota Balikpapan yang menilai penegakan Perda khususnya yang memuat aturan soal jarak ritel tidak berjalan sebagaimana mestinya.\n\nPadahal menurutnya peraturan jarak ritel modern tersebut sudah tertuang secara jelas dalam peraturan walikota (Perwali) Balikpapan nomor 21 tahun 2017 yang merupakan revisi dari Perwali nomor 34 tahun 2013 tentang penataan pasar rakyat dan ritel modern.\n\nMenurut Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Budiono Perwali tentang jarak ritel modern tersebut tidak efektif lagi dan meminta pemerintah kota Balikpapan segera melakukan penataan ulang dan menertibkan perizinan yang lebih efektif terkait jarak antara ritel modern dan toko atau kios milik masyarakat lainnya.\n\n"Selama ini saya melihat beberapa yang tidak sesuai peruntukannya. padahal sesuai Perda ada aturan mengenai jarak antar ritel modern maupun dengan toko milik masyarakat," ungkap Budiono.\n\nPolitisi partai PDIP itu juga menyebutkan saat ini makin banyak aturan yang dilanggar oleh toko-toko modern di kota Balikpapan, Padahal alasan penataan jarak toko modern dibatasi tersebut adalah untuk tetap menghidupkan ekonomi rakyat.\n\n"Saya melihat banyak perizinan yang tidak sesuai atau melanggar. Padahal jarak toko modern ke toko masyarakat minimal 100 meter," katanya.\n\ndalam hal ini menurutnya perizinan di sana bila tidak memungkinkan atau melanggar harusnya pemerintah tidak memberi izin.\n\n"Ada juga ritel modern yang belum berizin tapi kami lihat sudah buka. pernah saya lihat disegel oleh satpol PP namun akhirnya buka lagi," ujarnya.\n\nDirinya juga meminta agar pemerintah kota Balikpapan agar lebih serius dan tegas dalam menegakkan aturan dan mengeluarkan perizinan ritel modern ini.\n\n"Karena ini semua demi kesejahteraan masyarakat. Boleh melakukan usaha tapi harus lihat peraturan yang ada," pungkasnya.\n\nSebelumnya regulasi mengenai retail modern mengatur jarak antar ritail moden, ritail modern dengan toko tradisional, dan ritail modern dengan pasar tradisional.\n\nAturan ini sesuai Perwali nomor 21 tahun 2017 yang merupakan revisi dari Perwali nomor 34 tahun 2013 tentang penataan pasar rakyat dan ritel modern.\n\nSementara soal jarak, untuk ritel modern satu sama lain, 300 meter jarak minimal.\n\nSedangkan jarak antara ritel modern dengan pasar tradiaional harus berjarak minimal 500 meter.