Biaya Rapid Test Mandiri Dinilai Mahal, Sutomo Jabir : Negara dan Pemerintah Daerah Perlu Hadir

Tarif rapid test mandiri yang berkisar seharga Rp. 350 ribu hingga Rp. 500 ribu di rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dinilai banyak orang sangat membebankan masyarakat.

Biaya Rapid Test Mandiri Dinilai Mahal, Sutomo Jabir : Negara dan Pemerintah Daerah Perlu Hadir
Sutomo Jabir

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Tarif rapid test mandiri yang berkisar seharga Rp. 350 ribu hingga Rp. 500 ribu di rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dinilai banyak orang sangat membebankan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mengatakan peran negara dan pemerintah diperlukan dalam menyikapi keluhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.

Dengan adanya kebijakan New Normal terdapat keinginan masyarakat untuk keluar dari belenggu ekonomi yang selama ini terhalang oleh Covid 19. 

Antusias masyarakat diukur dari tingginya keinginan masyarakat melakukan rapid test.

Terbukti dengan banyaknya antrian di setiap tempat rapid test. 

"Negara dan pemerintah daerah wajib hadir untuk meringankan beban masyarakat," tegas Jabir sapaannya, Sabtu (27/6/2020).

Selain dinilai membebani masyarakat, Pemerintah harus bisa menangkal tudingan “ladang bisnis baru” akibat dari pengenakan biaya tersebut.

“Pemerintah mesti memfasilitasi hal ini, harus ada kebijakan terkait ini. Kita kan punya anggaran banyak untuk penanganan Covid 19 ini, kalau bisa semua Puskesmas harus ada alat untuk rapid test, yang kedua pemerintah harus menggratiskan biaya rapid test karena memudahkan masyarakat dan menghilangkan penilaian bahwa ini jadi lahan bisnis oleh pemerintah maupun rumah sakit,” ungkapnya.

Hal tersebut dinilai bisa membantu masyarakat untuk menjalankan roda perekonomian sehingga pemerintah tidak perlu menambah anggaran untuk penanganan Covid 19.

“Penyebaran virus ini kan alhamdulillah sudah mulai relatif bisa tertangani, apabila masyarakat sudah bisa bekerja otomatis ekonomi juga akan kembali pulih walaupun untuk saat ini masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan,”tutupnya. (advertorial)