Berani Desak Donald Trump Mundur dari Gedung Putih, Ini Sosok Keponakan Presiden Amerika Serikat

Sosok Mary Trump, keponakan Presiden Amerika Serikat yang berani serukan Donald Trump mundur dari Gedung Putih.

Berani Desak Donald Trump Mundur dari Gedung Putih, Ini Sosok Keponakan Presiden Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat didesak mundur oleh keponakannya sendiri, Mary Trump. (The Article)

RUBRIK.ID - Berita Internasional terbaru yang disajikan RUBRIK.ID tentang sosok Mary Trump, keponakan Presiden Amerika Serikat yang berani serukan Donald Trump mundur dari Gedung Putih.

Jangankan masyarakat Amerika Serikat, Donald Trump malah ditentang keponakannya sendiri.

Nama Mary Trump mencuri perhatian setelah berani mendesak Donald Trump mundur dari Presiden Amerika Serikat.

Lantas siapa Mary Trump yang berani-beraninya mendesak orang nomor satu di Amerika Serikat itu ?

Terungkap bahwa Mary Trump merupakan keponakan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun Mary Trump sangat menentang kepemimpinan pamannya itu dan menyerukan agar Donald Trump segera mundur dari Gedung Putih.

Dalam wawancara bersama ABC, Mary Trump menuturkan jika dia bisa mengunjungi Donald Trump di Gedung Putih, ia akan meminta pamannya itu mundur dari jabatan Presiden Amerika Serikat.

Mary Trump mengaku pernah mengunjungi Donald Trump di Gedung Putih beberapa bulan setelah pemilu pada 2017 lalu.

Ia melihat sang paman sudah "tampak sangat tegang oleh tekanan".

"Saat itu saya hanya berpikir, 'dia tampak lelah dan sepertinya dia berpikir kalau bukan ini yang ia bayangkan menjadi seorang presiden sebelumnya'," kata Mary Trump.

Ketika ditanya reporter ABC George Stephanopoulos apa yang akan dikatakan kepada Donald Trump jika memiliki kesempatan bertemu lagi di Gedung Putih?

Terkait hal itu, Mary Trump menjawab dia akan meminta sang paman "mengundurkan diri".

Keponakan Donald Trump, Mary Trump saat diwawancarai ABC News

Sosok Mary Trump dikenal kerap mengkritik kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Dia bahkan menuangkan kritikan serta opininya terkait Donald Trump dalam sebuah buku berjudul 'Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man'.

Dalam buku itu, Mary Trump menganggap Donald Trump sebagai sosiopat dan pemimpin dengan sifat keangkuhan dan ketidakpedulian.

Sama seperti buku mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, John Bolton, buku Mary Trump yang mengupas tuntas sisi Donald Trump dari perspektif orang-orang terdekat itu juga menghadapi upaya penuntutan hukum dari Gedung Putih demi menghentikan penerbitannya.

Namun, pada awal pekan ini, Mahkamah Agung New York mencabut perintah sementara yang memungkinkan Mary Trump menunda penerbitan bukunya tersebut.

Dilansir dari CNN, Mary Trump menulis buku tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri mengenal sang paman dan juga beberapa cerita anggota keluarga Trump lainnya.

Dalam sebuah wawancara Mary Trump menyebut Donald Trump pernah menyewa orang untuk mengerjakan tes SAT ujian masuk universitas agar bisa diterima di University of Pennsylvania. 

Klaim Mary Trump itu ditolak Gedung Putih meski dirinya mengatakan memiliki bukti dengan menyebutkan identitas orang yang dibayar Trump tersebut.

Mary Trump juga menceritakan bahwa ayah Donald Trump lah yang membawa pengaruh buruk dan menjelaskan perilaku dan karakter pamannya selama ini.

Hingga kini, Donald Trump belum menanggapi pernyataan keponakannya tersebut.

Meski begitu, Gedung Putih sebelumnya telah menegaskan bahwa buku Mary Trump tersebut merupakan "kebohongan" belaka.

(*)

Artikel ini bersumber dari cnnindonesia.com dengan judul "Keponakan Serukan Trump Mundur dari Kursi Presiden AS", https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200716134624-134-525432/keponakan-serukan-trump-mundur-dari-kursi-presiden-as