Bayi Tak Berekspresi, Kenali Moebius Syndrome

Kelahiran bayi biasanya disertai dengan tangis dan kerut di beberapa bagian wajah.

Bayi Tak Berekspresi, Kenali Moebius Syndrome
ilustrasi/ liputan6.com

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip ANALITIK.CO.ID tentang Moebius Syndrome.

Kelahiran bayi biasanya disertai dengan tangis dan kerut di beberapa bagian wajah.

Tapi pada bayi dengan Moebius Syndrome, momen menangis atau bahkan ekspresi lain itu takkan didapatkan orang tua.

Moebius Syndrome merupakan kelainan neurologis langka berupa kelemahan atau kelumpuhan beberapa saraf kranial.

Paling umum terjadi pada saraf kranial ke-enam dan ke-tujuh.

Kondisi ini ditemukan sebagai gangguan lahir bawaan.

Karena itu, sindrom langka berupa gangguan pada beberapa saraf kranial--yang memainkan peran penting gerak tubuh manusia--tersebut salah satunya menyebabkan ketakmampuan berekspresi, seperti kebanyakan bayi lain.

Dikutip dari laman Rare Diseases, gangguan pada saraf ke-tujuh menyebabkan individu dengan Moebius sindrom tak dapat tersenyum, mengerutkan kening, menyunggingkan bibir, menaikkan alis atau menutup kelopak mata.

Sementara saat saraf ke-enam terkena akan mengakibatkan mata tidak bisa melewati garis tengah atau melirik.

Abnormalitas lain termasuk kurang berkembangnya otot-otot dada dan cacat pada tungkai.

Dilansir dari laman Hopkins Medicine, hingga kini belum diketahui penyebab utama sindrom Moebius ini.

Kebanyakan kasus terjadi secara sporadis.

Sementara literatur medis menunjukkan teori lain, sebagian besar penelitian mengarah pada kombinasi faktor risiko genetik dan lingkungan.

Beberapa kasus menunjukkan, peningkatan risiko turunan kondisi dari orang tua ke anak.

Perempuan hamil yang memiliki riwayat Moebius Syndrome disarankan untuk mengambil konseling genetik.

Berikut beberapa gejala yang dialami orang dengan Moebius Syndrome.
- Kelemahan atau kelumpuhan total otot-otot wajah.
- Kesulitan menelan atau mengisap.
- Kesulitan berbicara dan sering ngiler.
- Ketidakmampuan untuk membentuk ekspresi wajah--termasuk tersenyum, mengerutkan kening, mengangkat alis, mengerutkan bibir atau menutup mata.
- Langit-langit mulut sumbing.
- Permasalahan pada gigi.
- Masalah pada tangan dan kaki, termasuk club foot atau cacat bawaan dari kaki dan jari-jari yang hilang atau menyatu (sindaktili).
- Masalah pendengaran.
- Langit-langit mulut tinggi.
- Mata iritasi dan kering.
- Keterlambatan motorik.
- Sindrom polandia yakni kondisi yang mengakibatkan perkembangan otot pada satu sisi tubuh melambat.
- Strabismus atau mata juling.

Sindrom Moebius ini bisa terkena pada laki-laki maupun perempuan dengan angka yang sama.

Jumlah kasus dan prevalensi tepat dari orang yang mengalami Moebius Syndrome belum diketahui.

Sebuah perkiraan dikutip dari laman Rare Diseases, menunjukkan kemungkinan terjadi satu insiden kasus dari 50.000 kelahiran hidup di Amerika Serikat. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "Moebius Syndrome, Kondisi Langka Sebabkan Bayi Tanpa Ekspresi"