Bak Benang Kusut, Ganti Rugi Lahan di Tol Balsam Tak Kunjung Selesai

Tercatat lebih kurang 50 kartu keluarga (KK) nasibnya masih menggantung di tangan pemerintah. Para pemilik lahan mengaku belum menerima ganti rugi atas lahan yang mereka miliki.

Bak Benang Kusut, Ganti Rugi Lahan di Tol Balsam Tak Kunjung Selesai
Ali Hamdi, anggota komisi II DPRD Kaltim, Kamis (18/6/2020)/Rubrik.id

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Persoalan ganti rugi lahan masyarakat di jalur tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) belum juga tuntas.

Tercatat lebih kurang 50 kartu keluarga (KK) nasibnya masih menggantung di tangan pemerintah.

Para pemilik lahan mengaku belum menerima ganti rugi atas lahan yang mereka miliki.

Disampaikan Ali Hamdi, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, pada kegiatan reses di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) enam bulan lalu, banyak warga mengeluh belum dibayar lahannya oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Masih ada lahan yang digunakan untuk jalan tol yang belum terbayarkan kepada pemiliknya. Khususnya di pintu masuk gerbang sekitaran kilometer 36," ungkap Ali Hamdi beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata Ali sapaanya, ganti rugi pembebasan lahan tanam tumbuh disepanjang jalur tol Balsam hingga kini juga belum terselesaikan.

Sementara, dampak kehilangan lahan tanaman kini tengah dirasakan oleh masyarakat.

“Karena adanya pembangunan jalan tol ini mata pencaharian penghasilan sehari-hari itu hilang. Biasanya mereka berkebun buah seperti elay, rambutan, durian dan lainnya. Sekarang sudah tidak bisa lagi,” beber politisi PKS tersebut.

"Padahal mereka menyekolahkan anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari perkebunan tersebut," tambahnya.

Langkah mediasi telah ditempuh namun tak kunjung menemukan titik temu antara pemilik lahan dan BPN Kukar.

Persoalan ini kini sudah sampai ke DPRD Kukar dan Pemprov Kaltim. Masyarakat hanya menunggu tindaklanjut Pemerintah.

"Untuk responnya seperti apa kami belum tahu," pungkasnya. (advertorial)