Apresiasi Tenaga Medis di Saat Pandemi Corona, Sri Mulyani Cairkan Insentif Sebesar Rp24,22 Miliar

Sebagai bentuk apresiasi bagi para tenaga kesehatan di tengah pandemi virus corona atau covid-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengucurkan insentif sebesar Rp24,22 miliar kepada 6.586 tenaga medis periode Maret-April 2020.

Apresiasi Tenaga Medis di Saat Pandemi Corona, Sri Mulyani Cairkan Insentif Sebesar Rp24,22 Miliar
Sri Mulyani/ detik.com

RUBRIK,ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang pencairan dana insentif sebesar Rp24,22 miliar untuk tenaga medis yang berjuang di masa pandemi corona.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para tenaga kesehatan di tengah pandemi virus corona atau covid-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengucurkan insentif sebesar Rp24,22 miliar kepada 6.586 tenaga medis periode Maret-April 2020.

Pemberian insentif merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.13/KM.7/2020 mengenai Rincian Alokasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tambahan dan Tata Cara Pengelolaan Dana Cadangan Tahun Anggaran 2020.

Sementara untuk tenaga kesehatan penerima merujuk pada data dari Kementerian Kesehatan.

"Pemerintah menyalurkan insentif tenaga kesehatan secara bertahap berdasarkan hasil rekomendasi Kementerian Kesehatan," ungkap Sri Mulyani dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (24/6).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, insentif kepada tenaga kesehatan sudah diberikan kepada 49 dokter spesialis, 41 dokter umum dan dokter gigi, 246 bidan dan perawat, serta 6.250 tenaga kesehatan lainnya.

Pemberian insentif mencakup tenaga kesehatan yang tersebar di 39 pemerintah daerah.

Kendati begitu, realisasi pemberian dana insentif ini masih terbilang minim.

Sebab, Sri Mulyani sebenarnya menganggarkan dana insentif mencapai Rp3,7 triliun untuk 99.660 tenaga kesehatan yang sudah terdaftar.

Artinya, realisasi ini baru mencakup 0,65 persen dari total pagu anggaran yang disiapkan.

Sementara dari sisi penerima, baru menjangkau 6,6 persen tenaga kesehatan.

"Untuk penyaluran selanjutnya, akan dilakukan kembali setelah adanya rekomendasi Kementerian Kesehatan mengenai data terkini jumlah daerah dan tenaga kesehatan yang akan dituangkan dalam revisi KMK No.13/KM.7/2020," katanya.

Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif kepada tenaga kesehatan karena merupakan garda terdepan dalam penanganan dampak corona di masyarakat.

Pemerintah juga memberikan insentif berupa bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak corona. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "Sri Mulyani Cairkan Bonus Rp24 M untuk Tenaga Medis Corona"