Antisipasi Dampak Pergaulan, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemprov Tingkatkan Sosialisasi Mendidik Anak

Puji mengatakan hal tersebut dapat dicegah dengan menanamkan pendidikan moral pada anak sejak usia dini, yakni dari tingkat sekolah dasar demi menciptakan generasi muda yang berkualitas di masa depan.

Antisipasi Dampak Pergaulan, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemprov Tingkatkan Sosialisasi Mendidik Anak
Puji Setyowati, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Selasa (30/6/2020)/Rubrik.id

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Pergaulan bebas pada usia remaja dan kenakalan remaja lainnya mendapat perhatian khusus Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati. 

Puji mengatakan hal tersebut dapat dicegah dengan menanamkan pendidikan moral pada anak sejak usia dini, yakni dari tingkat sekolah dasar demi menciptakan generasi muda yang berkualitas di masa depan.

Untuk itu, politisi partai Demokrat ini merekomendasikan kepada pemerintah provinsi untuk bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota agar rutin menggelar sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada para orang tua agar dapat membekali putra-putri mereka dengan pengetahuan yang cukup.

Terutama tentang pendidikan moral sesuai ajaran agama dan standar moral di negara kita.

“Anak merupakan investasi yang sangat penting bagi penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas untuk masa depan, pendidikan moral merupakan salah satu hal yang penting untuk diberikan sejak usia dini,” katanya kepada awak media, Selasa (30/6/2020).

Puji menjelaskan pengembangan nilai-nilai moral anak usia dini harus dilakukan dengan tepat.

Sebab jika hal ini tidak bisa tercapai, maka pesan moral yang akan disampaikan orang tua kepada anak menjadi terhambat.

Untuk itu, pengembangan nilai moral untuk anak usia dini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

Sebab, anak usia dini adalah anak yang sedang dalam tahap perkembangan pra operasional konkrit, sedangkan nilai-nilai moral merupakan konsep-konsep yang abstrak. 

"Dalam hal ini anak belum bisa menerima apa yang diajarkan guru dan orang tua yang sifatnya abstrak secara cepat," urainya.

“Oleh sebab itu, orang tua harus pandai-pandai dalam memilih dan menentukan metode yang akan digunakan untuk menanamkan nilai moral kepada anak agar pesan moral yang ingin disampaikan dapat benar-benar sampai dan dipahami untuk bekal kehidupannya di masa depan,” tutupnya. (advertorial)